<p>Tinggal Sebatang Kara di Gubug Reot, Mbah Susah Bakal Diasuh Dinsos</p>
Sosial

Tinggal Sebatang Kara di Gubug Reot, Mbah Susah Bakal Diasuh Dinsos

Petanahan, (kebumen.sorot.co)--Kondisi memperihatinkan tampak menyelimuti lelaki tua warga RT.02/02, Desa Karangrejo, Kecamatan Petanahan yang akrab disapa Mbah Susah. Lelaki tua lanjut usia itu tinggal sebatang kara di gubug reot berukuran 3×2 meter beratapkan seng dengan dinding anyaman bambu yang telah lapuk dimakan usia.

Tak hanya memperihatinkan, kondisi pria bernama asli Sudarsono itu juga tampak memilukan. Bagaimana tidak, diusia senjanya, ia menderita penyakit mata yang membuatnya tak bisa melihat. Dalam kesehariannya, ia bertahan hidup melalui uluran tangan para tetangga dan dermawan yang berkunjung ke gubug reotnya.

Sekelumit kabar memilukan tentang Mbah Susah itu pun akhirnya sampai ke telinga Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto. Tak menunggu lama dan luangnya agenda, bersama Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama, sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Kebumen serta komunitas Sedulur Kebumen, bupati Arif pun segera bergegas menyambangi kediaman mbah Susah baru-baru ini.

"Memang kondisinya memprihatinkan, jadi masih ada warga kita yang hidup sebatang kara sepertihalnya Mbah Sudarsono ini. Dia hidup sendiri bertahun-tahun di tempat yang sangat tidak layak huni. Ini menjadi perhatian bersama," ujar Arif, Selasa (21/09).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kata Arif, mbah Sudarsono bertahan hidup hanya dengan mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar. Kesehatannya pun tidak sepenuhnya diperhatikan, fisiknya terlihat lemah, kedua matanya pun sakit, tidak bisa melihat. Bahkan saat ditemui bupati, ia dalam kondisi telanjang dada, atau tak mengenakan pakaian.  

"Kita sudah datangkan dinas sosial, kita minta mbah Sudarsono untuk dievakuasi atau di tempatkan di panti jompo, biar ada yang ngurus, karena kondisi kesehatannya juga kurang baik, kedua matanya sakit, kita minta untuk dioperasi dulu," katanya.

Arif mengatakan, sebelum tahu betul kondisi rumah dan fisiknya, pihaknya sebelumnya sempat berencana untuk membangunkan rumah layak huni untuk mbah Susah. Kendati demikian, karena kepemilikan tanah yang bukan haknya, dan kondisinya yang sebatang kara tanpa keluarga, maka bupati pun memutuskan agar mbah Susah itu diasuh oleh pemerintah melalui dinas sosial.

"Jadi kita putuskan untuk kita bawa. Ya, oleh Dinsos, kita asuh di panti. Saya ucapkan terima kasih kepada warga dan kepala desa yang selama ini sudah ikut membantu mbah Susah yang hidup sebatang kara ini. Ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perhatian kepada warganya yang hidup dalam kesusahan," tandasnya.