Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibunuh Lalu Dibuang, Dua Karyawan RS PKU Ditangkap Petugas
Hukum & Kriminal

Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibunuh Lalu Dibuang, Dua Karyawan RS PKU Ditangkap Petugas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Beberapa waktu belakangan ini, tepatnya Senin, 17 Mei 2021 warga Desa Lajer, Kecamatan Ambal digegerkan dengan penemuan mayat bayi di saluran irigasi desa setempat. Tanda tanya besar terkait pelaku pembuangan bayi itu pun menyelimuti benak warga desa setempat dan warga Kebumen umumnya.

Jajaran Satreskrim Polres Kebumen yang menangani kasus tersebut tak tinggal diam dan terus melakukan penyelidikan hingga teka-teki kasus tersebut pun kini terpecahkan. Polres Kebumen mengamankan pelaku berikut sejumlah barang bukti yang ada.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo mengungkapkan, bayi tersebut sengaja dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri yang berinisial DN (23) warga Desa Kuwarisan, Kecamatan Kutowinangun.

Lebih lanjut, Wakapolres megatakan, bayi perempuan bernasib malang itu adalah hasil hubungan gelap DN dengan rekan kerjanya berinisial SM (30), warga Desa Kebulusan, Kecamatan Pejagoan. Keduanya diketahui merupakan karyawan RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun.

DN yang kini telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus tersebut diamankan polisi pada Rabu, 16 Juni 2021 di rumahnya, sedangkan tersangka SM diamankan pada hari berikutnya, yakni hari Kamis, 17 Juni 2021.

Bayi tersebut telah direncanakan dibunuh sejak dalam kandungan,” kata Edi, Minggu (18/07). 

Tersangka SM, lanjut Edi, sempat menyuruh DN untuk menggugurkan kandungannya dengan meminum obat peluntur janin. Namun kenyataan berkata lain, bayi itu semakin membesar di dalam rahim hingga sempat dilahirkan dalam keadaan hidup oleh ibunya.  

Setelah lahir, karena ibunya tidak menghendaki kehadirannya, bayi tersebut dibunuh sesaat setelah dilahirkan, jelasnya.

Bayi mungil itu dibunuh dengan cara disumpal kertas kurang lebih 15 menit, setelah tak bernafas bayi tersebut lantas dimasukkan kedalam tas kresek lalu dibuang ke saluran irigasi yang ada di sebelah utara rumah tersangka.

Kepada polisi, tersangka DN mengaku, ia telah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan SM yang ternyata sudah berkeluarga. Namun alasan lain DN ingin membunuh bayinya karena dalam waktu dekat ia akan menikah dengan pria lain. Ia takut kepada calon suaminya jika menikah sudah dalam keadaan hamil.

Saya menyesal Pak. Sangat menyesal, ucap DN kepada penyidik. 

Niat tersangka DN untuk menikah sudah terlaksana, namun DN harus kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pernikahannya dengan pria lain yang baru seumur jagung, sementara harus berpisah untuk menjalani hukuman. 

Tersangka DN dijerat dengan Pasal 76C Jo Pasal 80 Ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak Subs Pasal 342 KUH Pidana dengan Pidana penjara paling lama 15 tahun denda paling banyak tiga miliar rupiah. 

Sedangkan untuk tersangka SM polisi menjerat dengan Pasal 194 Jo Pasal 75 Ayat (2) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 53 Ayat (1) KUH Pidana dengan ancaman kurungan paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak satu miliar rupiah.