Pemuda Gelapkan Belasan Ton Beras, Hasilnya untuk Karaoke dan Nyawer Pemandu
Hukum & Kriminal

Pemuda Gelapkan Belasan Ton Beras, Hasilnya untuk Karaoke dan Nyawer Pemandu

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jajaran Polsek Gombong mengamankan seorang residivis penipuan asal Dusun Sugeng, RT. 06/01, Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara berinisial ER alias Slamet Gering (40). 

ER diamankan lantaran diduga telah melakukan aksi penggelapan beras belasan ton milik salah satu warga RT. 03/06, Desa Kalitengah Kecamatan Gombong, Andri Yuvianto (35). Akibatnya, korban menderita kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto mengungkapkan, ER yang kini telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus tersebut diamankan pada akhir bulan lalu.

Tersangka ini merupakan residivis dan pernah masuk penjara tahun 2018 dengan kasus serupa. Sekarang melakukan penipuan beras 11 ton yang korbannya merupakan warga Gombong, Kebumen dengan total kerugian sekitar Rp.77 juta, ungkap Willy saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kebumen, Selasa (08/06).

Lebih lanjut, Willy memaparkan, peristiwa penggelapan beras tersebut bermula saat tersangka pada hari Selasa (16/03) sekira pukul 15.00 WIB datang ke penggilingan padi Waluyo Jati dan bertemu dengan korban. Saat itu tersangka membeli beras secara tunai sebanyak 3 kwintal dengan alasan untuk sampel. 

Selang satu hari setelah itu, tersangka kembali datang dan membeli beras sebanyak 2 ton yang dibayarnya secara tunai. Selang beberapa hari setelah itu, tepatnya pada hari Sabtu (20/03) tersangka kembali datang kepada korban dan membeli beras lagi sebanyak 1,5 ton dengan pembayaran tunai.

Pada hari Kamis (25/03) tersangka kembali mendatangi korban dan kembali memesan beras. Tak tanggung-tanggung, kali ini tersangka memesan sebanyak 11 ton dan memberikan DP sebesar Rp.3,5 juta. Selang beberapa hari setelah itu, tepatnya pada hari Sabtu (27/03) tersangka datang kembali untuk memuat beras yang is pesan kepada korban.

Mobil tersangka, Grand Max diisi beras sebanyak 1,7 ton dan mobil korban diisi 2,5 ton. Selanjutnya tersangka dan korban membawa beras itu kesebuah kontrakan milik tersangka di Dukuh Sigogok, Desa Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Sesampainya di kontrakan tersebut, tersangka dan korban menurunkan semua muatan beras. Setelah selesai, keduanya kembali lagi ke Gombong. Bahkan tersangka saat itu menginap di rumah korban, paparnya.

Di hari berikutnya, tersangka dan korban kembali mengirim beras ke kontrakan tersangka. Korban mengangkut sebanyak 2,5 ton dan tersangka mengangkut 1,75 ton. Pada hari yang sama juga tersangka dan korban kembali mengangkut beras. Kali ini tersangka mengangkut beras sebanyak 8 kwintal beras dan 2 kwintal bekatul. Sementara korban mengngkut sebanyak 2 ton beras. 

Pada saat di jalan tersangka menyuruh korban untuk jalan duluan di depan dengan alasan tersangka hendak isi bahan bakar dan angin. Korban lantas menunggu tersangka didepan SPBU Gombong, Jl. Sempor Baru, Desa Semanding, Gombong, terangnya. 

Setelah cukup lama korban menunggu, kata Willy, ternyata mobil tersangka tak kunjung tampak menyusul. Korban lantas menelfon tersangka menanyakan keberadaannya. Saat ditelfon, tersangka menyuruh korban untuk kembali jalan pelan-pelan. Setelah kurang lebih 30 menit lamanya, mobil korban tak kunjung juga tampak menyusul. Korban pun berusaha menghubungi pelaku dengan menelfonnya, namun berulangkali dihubungi, nomor handphone tersangka sudah tak aktif lagi.

Korban kemudian segera menuju ke tempat kontrakan tersangka yang ada di Pemalang. Namun sesampainya dilokasi, beras korban yang telah dikirim sebanyak 8 ton sudah tak ada lagi. Korban lalu mencari informasi dilingkungan sekitar. Korban mendapati informasi bahwa beras milik korban sudah diangkut dengan menggunakan truk entah kemana. Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada kami. Tak berselang lama tersangka pun dapat kami amankan berikut barang bukti yang ada ucapnya.

Berdasarkan pengakuan tersangka, dirinya menjual beras tersebut dan uang hasil penjualan beras itu dihabiskannya untuk berfoya-foya dan berpesta ria di kafe karaoke. Uang hasil penjualan beras tersebut juga ludes digunakannya untuk menyawer para Pemandu Lagu (PL).

Uang sudah habis digunakan untuk berfoya-foya pak. Buat nyawer PL juga, kata tersangka kepada awak media.

Atas perbuatannya, tersangka kini harus meringkuk dibalik jeruji besi Rutan Mapolres Kebumen serta dijerat dengan pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.