Prostitusi Online Dibongkar, Mucikari Umur 20 Tahun Dibekuk
Hukum & Kriminal

Prostitusi Online Dibongkar, Mucikari Umur 20 Tahun Dibekuk

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen berhasil membongkar praktik prostitusi online diwilayah Kabupaten Kebumen. Pada kasus tersebut polisi berhasil mengamankan satu orang tersangka berikut barang bukti dari tangannya.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Reskrim AKP Afiditya Arief Wibowo saat konferensi pers mengungkapkan, satu tersangka yang diamankan itu berinisial WN (20), warga Desa Kecritan Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara.

Jadi tersangka WN ini adalah muncikari dari kasus prostitusi online yang berhasil kita bongkar. Kita amankan tersangka, dan kita sidik sampai tuntas, jelas AKP Afiditya didampingi Kasubbag Humas Polres Iptu Tugiman, Jumat (30/04).

Penangkapan tersangka dipimpin langsung oleh AKP Afiditya bersama dengan Unit II Tipidter Sat Reskrim pada hari Kamis (22/04) disebuah hotel di kawasan kota Kebumen.  

Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya dua handphone android merk Xiomi  Note 7 dan merk Realmi C 11, alat kontrasepsi, tisu, kunci kamar hotel dan uang tunai sebesar Rp. 1 juta yang merupakan uang hasil transaksi. 

Lebih lanjut Afiditya menjelaskan, tersangka menawarkan wanita cantik yang bisa dibooking melalui aplikasi pencarian jodoh. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp. 700 ribu sampai dengan harga Rp. 500 ribu untuk sekali berhubungan badan. 

Dari penawaran itu, tersangka memperoleh keuntungan 50 persen dari setiap transaksi, ungkap AKP Afiditya. 

Tersangka mengaku beroperasi kurang lebih sejak dua bulan terakhir sebelum akhirnya ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen.

Kurang lebih dua bulan beroperasi, kata tersangka WN.

Tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 296 KUH Pidana dan atau Pasal 506 KUH pidana ancaman penjara paling lama 6 tahun serta denda paling banyak satu miliar rupiah.