Akses Jalan Menuju Pesantren Nurul Hidayah Ditutup Sementara
Peristiwa

Akses Jalan Menuju Pesantren Nurul Hidayah Ditutup Sementara

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Akses jalan masuk menuju Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Desa Bandung, Kecamatan Kebumen ditutup untuk sementara. Penutupan akses jalan masuk tersebut dilakukan menyusul adanya puluhan santri pondok pesantren setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Desa Bandung, Budiono mengungkapkan, penutupan akses jalan masuk pondok pesantren yang dilakukan oleh Pemdes setempat dengan memasang portal serta melakukan penjagaan ketat dikawasan setempat itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyeberan Covid-19 dengan skala yang lebih besar. 

Penutupan akses jalan dilakukan setelah kita berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan tentunya Satgas Covid-19. Ada tiga akses jalan masuk ke pondok yang ditutup oleh warga sejak kemarin siang, terang Budiono, Kamis, (24/09).

Budiono menambahkan, sejauh ini pihaknya tak henti-hentinya berpesan kepada warganya untuk menerapkan protokol kesehatan. Terutama agar selalu mengenakan masker saat beraktifitas diluar rumah. 

Kepada warga Bandung bisa menjalankan aktifitas seperti biasa, namun harus menerapkan protokol kesehatan, imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan bersama dengan pejabat utama Polres, serta jajaran Polsek Kebumen yang meninjau langsung pelaksanaan lockdown mikro di pondok pesantren setempat menuturkan, penerapan lockdown mikro tersebut dilakukan berdasarkan kajian epidemiologis hingga situasi dan kondisi dinilai telah aman.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga sekaligus menyalurkan bantuan sembako untuk meringankan beban para santri yang sedang menjalani karantina mandiri. Bantuan secara langsung diterima oleh Kades Bandung bersama tokoh masyarakat dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 desa Bandung. 

Kami ingin memberikan semangat kepada adik-adik santri yang kemarin setelah diswab hasilnya positif. Kami ingin memastikan bahwa karantina sudah dijalankan dengan baik dan tertib, jelas AKBP Rudy. 

Rudy berharap, setelah dilakukan karantina mandiri, bantuan logistik bisa terus mengalir ke pondok pesantren tersebut guna menjamin terpenuhinya kebutuhan para santri. Selain menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, dalam tinjauannya Kapolres juga memberikan bantuan masker untuk para santri dan warga.