PCNU Kebumen Sepakat PBNU Terkait Penundaan Pilkada
Peristiwa

PCNU Kebumen Sepakat PBNU Terkait Penundaan Pilkada

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pelaksanaan Pilkada 2020 ditunda. Hal tersebut mendasari lonjakan kasus positif ditengah pandemi Covid-19. PBNU menilai, jika pilkada tidak ditunda maka dikhawatirkan menjadi sumber penularan virus corona baru. 

Ketika dikonfirmasi, Ketua PCNU Kabupaten Kebumen KH Moh Dawamudin Masdar mengungkapkan jika memang berpotensi besar menjadi penularan virus corona, pihaknya setuju dengan PBNU. Sebab apapun alasannya keselamatan manusia lebih penting.

Dalam hal ini perlu dipilah-pilah. Apakah berpotensi besar menjadi penyebab penularan atau tidak, katanya. 

Dawam menilai, pertimbangan PBNU meminta Pilkada untuk ditunda tentunya berhubungan erat dengan keselamatan jiwa manusia. Sebab dalam kaidah ushul fiqh mencegah kemudharatan harus lebih diutamakan bila dibanding mengambil manfaat dari sesuatu.  

Dar'ul mafasid muqoddam ala jalbil masholih. Dalam hal ini jelas, bahwa pilkada memang mempunyai manfaat yang luar biasa. Namun mencegah kemudharatan (penularan corona) harus lebih diutamakan,” jelasnya.

Kendati demikian, jika memang ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang mengatur secara rinci, terkait mekanisme pelaksanaan pilkada yang aman, dirinya setuju pilkada tidak diundur. Sehingga setiap tahapan yang sudah dijadwalkan dapat berjalan dengan baik.

Diperlukan Perpu yang mengatur secara detail, tekait dengan pelaksanaan pilkada yang aman di tengah pandemi corona, imbuhnya.

Kiai Dawam juga menegaskan pentingnya pelaksanaan kampanye yang menerapkan protokol kesehatan salah satunya pemanfaatan media. Ini baik media cetak, elektronik, maupun sosial media. Selain itu bisa juga dilaksanakan dengan menyebar pamflet. 

Kami tidak setuju jika sampai ada kerumunan masa. Untuk itu kampanye atau sosialisasi harus dilaksanakan dengan media massa, atau media sosial, tandasnya.

Sekedar informasi, kasus Covid-19 terus mengalami penambahan dari hari ke hari tidak terkecuali di Kabupaten Kebumen. Catatan sorot.co, selama Bulan September jumlah penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 200 pasien. Jumlah pasien yang meninggal pun melonjak cukup signifikan dibandingkan Juli hanya 2 pasien kini telah menjadi 13 orang.