Anak Perempuannya Disetubuhi Bakul Ayam Geprek, Orangtua Lapor Polisi
Hukum & Kriminal

Anak Perempuannya Disetubuhi Bakul Ayam Geprek, Orangtua Lapor Polisi

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Gadis muda belia asal Kecamatan Prembun sebut saja Sekar (16), bukan nama asli, menjadi sasaran nafsu birahi seorang pemuda asal Desa Wergonayan, Kecamatan Mirit berinisial KR (22). Tak hanya sekali, hubungan layaknya suami istri tersebut dilakukan berulang kali.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, pihaknya mengamankan KR (22) yang kini telah berstatus sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada Minggu (06/09) sekira pukul 18.00 WIB di wilayah Kecamatan Prembun atas laporan dari pihak keluarga korban. 

Tersangka kita amankan atas dugaan kasus persetubuhan anak dibawah umur, jelas Rudy, Selasa (15/09).

Rudy menuturkan, modus yang dilakukan oleh tersangka yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai pedagang ayam geprek di Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu yakni dengan cara memacari korban. Untuk memikat korban, tersangka bahkan menggadai kendaraan roda empat Honda Brio kepada temannya. 

Tersangka seminggu sekali pulang ke Kebumen. Setiap pulang, tersangka meminta jatah berhubungan badan kepada korban, katanya.

Terbongkarnya kasus tersebut, lanjut Rudy, bermula dari kecurigaan keluarga korban. Korban sering keluar rumah dan menginap. Saat diintrogasi, korban mengaku pergi bersama kekasihnya dan menginap di sebuah hotel di Kebumen. Saat menginap, korban mengaku berhubungan badan dengan tersangka.

Terakhir aksi persetubuhan itu dilakukan pada Sabtu tanggal 5 September 2020 malam. Persetubuhan dilakukan di sebuah kamar hotel di Kebumen. Saat kita tanya, tersangka mengaku sering melakukan persetubuhan layaknya suami istri dengan korban, terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1)  UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.