Rawat Warisan Leluhur, Nelayan Tegalretno Gelar Sedekah Laut
Budaya

Rawat Warisan Leluhur, Nelayan Tegalretno Gelar Sedekah Laut

Petanahan,(kebumen.sorot.co)--Rukun Nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan menggelar tradisi sedekah laut yang dipusatkan di area TPI Tegalretno, Sabtu (12/09). Selain sedekah laut, pada acara yang digelar rutin setiap satu tahun sekali itu juga dilaksanakan santunan anak yatim dan jompo sebanyak 50 orang.

Tampak hadir Ketua beserta jajaran pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) DPC Kebumen, segenap Forkopimcam Kecamatan Petanahan, Pemdes Tegalretno, para sesepuh desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga nelayan serta warga Desa Tegalretno pada umumnya.

Pada acara tersebut, warga nelayan dan warga desa pada umumnya, dengan dipimpin oleh tokoh sesepuh dan tokoh agama menggelar doa bersama meminta kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan keselamatan dan limpahan rizki. 

Acara sedekah laut ditutup dengan melarung rangkaian persembahan atau sesaji berbentuk miniatur rumah lengkap dengan isinya ke laut lepas dengan menggunakan kapal nelayan sebagai tanda cinta para nelayan kepada laut.

Ketua Rukun Nelayan TPI Tegalretno, Ahmad Daezin menuturkan, acara sedekah laut atau yang juga sering dikenal dengan istilah budaya nyadran oleh warga setempat itu digelar sebagai ekspresi rasa syukur warga nelayan setempat atas berkah nikmat berupa rizki dari sang maha pencipta dan pemberi rizki.

Ini adalah ungkapan rasa syukur kita atas limpahan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Tradisi sedekah laut atau nyadran ini merupakan warisan dari para leluhur kita yang diwariskan secara turun temurun. Kita rawat dan kita lestarikan tradisi yang luhur ini, terangnya.

Menurutnya, banyak hikmah yang dapat diambil dari tradisi warisan para leluhur tersebut, diantaranya yakni mengokohkan semangat gotong royong, memupuk rasa persaudaraan dan kebersamaan serta menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, termasuk kepada alam sebagai rumah bersama. 

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) DPC Kebumen, Bejo mengimbau kepada para nelayan agar senantiasa menjaga laut dari sampah dan segala sesuatu yang memungkinkan laut menjadi tercemar. Pihaknya juga meminta kepada para nelayan untuk lebih mengutamakan keselamatan jiwa saat melaut.

Mulai bulan ini hingga beberapa waktu kedepan adalah masa panen bagi kita para nelayan. Namun ingat, keselamatan melaut harus dinomorsatukan, tandasnya.