Jadi Varietas Unggulan Asli Daerah, Kelapa Genjah Entog Kebumen Mulai Digalakkan
Ekonomi

Jadi Varietas Unggulan Asli Daerah, Kelapa Genjah Entog Kebumen Mulai Digalakkan

Buayan,(kebumen.sorot.co)--Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Kebumen menggalakkan pembibitan kelapa varietas unggulan asli daerah, Genjah Entog Kebumen (GEK) di Desa Sikayu, Kecamatan Buayan. Sebelumnya, Distapang Kebumen melakukan launching kelapa varietas GEK di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, pada 30 Maret 2019 lalu.

Kepala Seksi Perbenihan dan Perbibitan Distapang Kebumen, Ashari mengungkapkan, varietas kelapa GEK telah dinyatakan lulus pada sidang penilaian dan pelepasan varietas tanaman perkebunan pada 7-9 November 2018. GEK secara resmi ditetapkan sebagai varietas unggul lokal Kebumen dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 41/KPTS/KB.020/2/2019.

"Total penyebaran populasi kelapa genjah entog di Kebumen sesuai SK Dirjen Perkebunan tersebar di lima kecamatan, yakni Kebumen, Alian, Mirit, Ambal dan Kecamatan Buayan," jelas Ashari, Senin (02/12).

Penyebaran poulasi GEK di Kecamatan Kebumen sebanyak 169 pohon, Alian 494 pohon, Mirit 145, Ambal 78 pohon, dan Kecamatan Buayan sebanyak 506 pohon dengan total sebanyak 1.392 pohon. Sedangkan total Pohon Induk Terpilih (PIT) sebanyak 488 pohon dengan asumsi dapat memproduksi bibit sebanyak 40.488 bibit per tahun. 

"Untuk target terdekat kita lakukan pembibitan sebanyak 25.000 bibit," terangnya.

Petugas Teknis Kelapa Genjah Entog Distapang Kebumen Moch Samsul Ma'arif menceritakan, kelapa GEK yang dikembangkan di wilayah Kebumen merupakan kelapa genjah unggul lokal yang awalnya hanya terdapat di lingkungan pabrik minyak kelapa Nabatiyasa yang kini menjadi Hotel Mexoli.

"Kelapa jenis ini dulu ditanam oleh bangsa Belanda pengelola pabrik minyak kelapa Nabatiyasa. Setelah pabrik dikuasai oleh Republik Indonesia sekitar tahun 70-an, kelapa jenis genjah entog ini dikembangkan di luar lingkungan pabrik, yaitu di beberapa kecamatan di Kebumen," ceritanya.

Kelapa GEK disebut spesifik Kebumen karena ada dan dikenal pula kelapa genjah entok Banyumas yang sifatnya-sifat fisiknya berbeda dengan sifat-sifat fisik GEK. Perbedaan yang paling nampak, yakni GEK memilki batang yang sama mulai pangkal sampai atas, sedangkan kelapa entog Banyumas pangkal batangnya lebih besar.

Selain itu, kelapa GEK tampak tegak dan kokoh mulai pangkal sampai atas batang. Tinggi pada umur akhir produktif maksimal mencapai 10 meter dengan lingkar batang 60 x 68 sentimeter. Untuk panjang antar kedudukan pelepah daun satu dengan yang lain di batang atau ruas batang berukuran 2,5-3,5 sentimeter.

Pada daun kelapa GEK berwarna hijau tua dengan pelepah dan lembar daun relatif pendek dan kaku. Sedangkan panjang pelepah sampai lebar daun pertama berukuran 105-110 sentimeter. Panjang pelepah mencapai 299-305 sentimeter dengan jumlah pasangan daun pada pelepah berukuran 114-118 sentimeter. Jarak antar kedudukan daun di pelepah berukuran 2-3 sentimeter. Sementara panjang lembar daun yang terpanjang mencapai 95-105 sentimeter.

"Bentuk kanopinya sebagian besar memayung atau setengah lingkaran. Untuk lembar daun antara yang satu dengan yang lain kadang tidak terlepas atau menempel dengan jumlah daun rata-rata berjumlah 27-31 tangkai. Daunnya lebih kaku menjulur ke atas, orang sini biasa menyebutnya dengan istilah njurig atau njegrag," paparnya.

Adapun ciri-ciri khusus pada buah kelapa GEK sendiri, yakni memiliki warna buah hijau muda cerah dan pohon mulai berbuah rata-rata pada umur 4-5 tahun dan paling cepat berumur 2,5-3 tahun. Umur produktif pada kelapa tersebut dapat mencapai 25 tahun. Bentuk buahnya relatif bulat dengan lingkar memotong 55-62 sentimeter dan lingkar memanjang 60-63 sentimeter.

Jumlah buah mencapai 7-10 butir per tandan dengan jumlah tandan tiap batang berkisar antara 10-15 tandan. Berat buah mencapai 1,5-2,5 kilogram dengan ketebalan daging buah mencapai 9-11 milimeter dan berat daging buah mencapai 276-513 gram. Tangkai tandan panjangnya mencapai 38-44 sentimeter dengan panjang seludang mencapai 88-94 sentimeter. Ciri khas lainnya, yakni air kelapa memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelapa dalam dan genjah pada umumnya.