Awak Angkot Kebumen Kaget Penghapusan Program Angkutan Gratis
Ekonomi

Awak Angkot Kebumen Kaget Penghapusan Program Angkutan Gratis

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Para awak angkutan di Kebumen mengeluhkan pemberhentian program angkutan gratis. Program unggulan pengentasan kemiskinan ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat miskin maupun awak angkutan. Dengan pemberhentian program, dapat mempengaruhi pendapatan dari para awak angkutan.

Perwakilan Paguyuban Awak Angkutan, Paryudi mengungkapkan para awak tidak dapat berbuat apapun terkait dengan penghentian program angkutan gratis. Pasalnya, program angkutan gratis sejatinya telah diusulkan oleh Dinas Perhubungan dalam RAPBD 2020 ke DPRD.

"Sebelumnya bulan Oktober ada pertemuan yang membahas program akan kembali ada, tetapi tidak tahu kenapa dihilangkan," katanya, Senin (2/12/2019).

Paryudi menyesalkan penghentian program yang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu. Dengan demikian para awak angkutan merasa kaget dengan keputusan penghapusan program oleh DPRD. 

"Kami berharap program ini dapat diadakan kembali meskipun tahun ini berhenti," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala SMPN 2 Ayah Arif Sunarmo mengaku kecewa dengan pemberhentian program angkutan gratis. Program ini bermanfaat bukan saja untuk para siswanya tetapi juga sekolahnya. Pasalnya, dengan program ini angkutan berkenan melewati jalan depan sekolah untuk mengangkut para siswa.

Hal tersebut turut membantu daya tarik kepada para siswa maupun wali untuk bersekolah di SMPN 2 Ayah. Mengingat, sebelum adanya program angkutan gratis enggan melintas karena hanya mengangkut siswa sehingga operasional tidak tercukupi. Meskipun, sejauh ini terdapat subsidi yang dialokasikan Komite Sekolah untuk empat angkutan yang membawa siswanya.

Diketahui, Badan Anggaran DPRD Kebumen menghapus program angkutan gratis yang telah diujicobakan pada akhir 2016 melalui Perubahan APBD tahun anggaran tersebut. Tahun 2016 total 1.400 pelajar untuk daerah Kecamatan Rowokele, Karanggayam dan Sempor. Tahun 2017, Pemkab mengalokasikan Rp 3,75 miliar dengan penerima manfaat 3.120 pelajar dan 1.300 warga miskin.

Pada tahun 2018, program ini kembali dialokasikan anggaran Rp 2,5 miliar untuk penerima manfaat sebanyak 4.439 pelajar miskin dan 722 warga miskin. Pada tahun 2019 ini, alokasi anggaran Rp 1,3 miliar dengan penerima manfaat 2.315 pelajar miskin dan 125 warga miskin.

Penghapusan program angkutan gratis jarena dinilai tidak memenuhi rasa keadilan untuk seluruh warga miskin dan kerap terjadi pemalsuan karcis untuk klaim. Selain itu, penghapusan program ini dikarenakan Kebumen butuh anggaran mendesak terkait Pilbup dan penambahan jumlah iuran BPJS Kesehatan.