Progam Angkutan Gratis Dihentikan, Sekolah di Pedesaan Kecewa
Sosial

Progam Angkutan Gratis Dihentikan, Sekolah di Pedesaan Kecewa

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Penghentian program angkutan gratis (antis) di Kabupaten Kebumen membawa dampak buruk. Kekecewaan dirasakan para penerima manfaat program yang telah berjalan empat tahun ini.

Seperti disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Ayah Arif Sunarmo. Bagi Arif, program angkutan gratis bukan saja membantu para siswanya yang tergolong kurang mampu. Adanya program tersebut menjadi salah satu daya tarik siswa agar mau belajar di sekolah yang terletak di Desa Jintung Kecamatan Ayah.

"Tentu kecewa dengan tidak adanya program angkutan gratis. Program ini sangat bermanfaat untuk kami dan siswa. Padahal program selama ini berjalan baik di sekolah kami," katanya, Sabtu (30/12/2019) saat dikonfirmasi.

Arif mengakui, sebelum adanya program angkutan gratis tidak ada angkutan yang melewati sekolahnya. Meskipun masuk jalur trayek, namun awak angkutan enggan melintas karena sepinya penumpang. Dimana yang naik angkot lewat jalur tersebut hanyalah pelajar. 

"Sejak adanya angkutan gratis, sekarang empat angkutan lewat. Ini juga menjadi daya tarik siswa maupun wali karena bisa naik angkot kalau berangkat sekolah," jelasnya.

Arif mengaku, tidak terlalu banyak siswanya yang mendapat program antis hanya 80 anak dari 395 siswa. Namun, siswa yang memanfaatkan angkutan lebih banyak dari penerima manfaat. Untuk mendukung operasional angkutan, pihaknya pun berupaya membantu subsidi dari komite sekolah.

"Semoga ada kebijakan lain untuk membantu ini, saya juga akan segera menyampaikan ke komite sekolah.

Seperti diketahui, Badan Anggaran DPRD Kebumen menghapus program angkutan gratis. Antis merupakan salah satu program unggulan pengentasan kemiskinan yang digagas Pemkab Kebumen. Program ini awalnya diujicobakan pada akhir 2016 melalui Perubahan APBD tahun anggaran tersebut.

Tahun 2016 total 1.400 pelajar untuk daerah Kecamatan Rowokele, Karanggayam dan Sempor. Tahun 2017, Pemkab mengalokasikan Rp 3,75 miliar dengan penerima manfaat 3.120 pelajar dan 1.300 warga miskin.

Pada tahun 2018, program ini kembali dialokasikan anggaran Rp 2,5 miliar untuk penerima manfaat sebanyak 4.439 pelajar miskin dan 722 warga miskin. Pada tahun 2019 ini, alokasi anggaran Rp 1,3 miliar dengan penerima manfaat 2.315 pelajar miskin dan 125 warga miskin.

Badan Anggaran berdalih, penghapusan program angkutan gratis lantaran tidak memenuhi rasa keadilan untuk seluruh warga miskin. Selain itu juga dinilai kerap terjadi pemalsuan karcis untuk klaim. Selain itu, penghapusan program juga terjadi untuk lainnya karena Kebumen butuh anggaran mendesak terkait Pilbup dan penambahan jumlah iuran BPJS Kesehatan.