Defisit Rp 155 Miliar, Seluruh Fraksi Sepakati RAPBD Kebumen 2020
Pemerintahan

Defisit Rp 155 Miliar, Seluruh Fraksi Sepakati RAPBD Kebumen 2020

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Proses pembahasan RAPBD Kebumen tahun anggaran 2020 berakhir. Seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Kebumen telah menyampaikan kata akhir sekaligus menyepakati RAPBD untuk ditetapkan, Rabu (27/11). Pembahasan RAPBD ini cukup singkat yaitu hanya 10 hari sejak penyerahan Nota Keuangan oleh Bupati.

Seperti diketahui, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz menyerahkan Nota Keuangan RAPBD 2020 pada Senin 18 November 2019. Sebelumnya, kesepakatan KUAPPAS antara Pimpinan DPRD dengan Bupati terjadi pada Jumat 15 November 2019.

Kemudian secara maraton, paripurna dihelat DPRD dimulai dengan Pandangan Umum Fraksi atas RAPBD pada Kamis 21 November. Senin 25 November paripurna kembali dihelat untuk agenda Penyampaian Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi. Sehari setelahnya, rapat paripurna DPRD tentang Laporan Badan Anggaran DPRD Kebumen yang berakhir dengan molor waktu.

Pada Rabu 27 November, seluruh fraksi menyampaikan kata akhirnya dalam rapat paripurna. Rapat sendiri dipimpin Ketua DPRD Kebumen H Sarimun didampingi para Wakil Ketua Fuad Wahyudi, H Agung Prabowo dan Yuniarti Widayaningsih. Hadir secara pribadi, Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz bersama Wakil Bupati H Arif Sugiyanto.

Kendati menyetujui RAPBD Kebumen 2020, seluruh fraksi masih memberikan catatan dalam laporannya. Seperti halnya PDI Perjuangan yang disampaikan juru bicara Dalyono. PDI Perjuangan meminta eksekutif untuk menjalankan program dan kegitannya secara terintegrasi dan berkesinambungan.

"Sehingga program maupun kegiatannya tidak sekedar anggaran terserap dan menyenangkan Bupati karena tahun 2020 akan menjadi tahun politik terkait Pemilukada Kabupaten Kebumen," tegasnya.

Lebih lanjut, point infrastruktur harus berbasis kebutuhan dan kemajuan. Jangan berbasis dikte dari pihak pihak tertentu. Ini nanti akan menimbulkan masalah baru. Mengingat kasus Kebumen di KPK masih sangat jelas di ingatan kita semua. Dalam rangka mengitegrasikan lintas jalur propinsi PDI Perjuangan juga mewajibkan ke depan Kebumen Giritirto yang melalui Peniron dan Kebakalan menjadi pusat tumbuh wilayah yang wajib dikembangkan. 

"Pembangun Infrastruktur harus multi fungsi efek positif. Kebumen utamanya Bupati dan Kepala dinas wajib tahu akan manfaat positif planing beroperasinya bandara di sekitar Kebumen," imbuhnya.

Adapun secara postur anggaran RAPBD, pendapatan sebesar Rp 2.878.556.768.000 bersumber dari PAD Rp 417.693.691.000, Dana Perimbangan Rp 1.748.404.196.000 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 712.458.881.000. Sementara Belanja Rp 3.033.756.768.000 terdiri dari belanja tidak langsung Rp 1.891.454.416.000 dan belanja langsung Rp 1.142.302.352.000.

Dari belanja tersebut memiliki defisit Rp 155.200.000.000 yang ditutup dengan Pembiayaan Daerah. Sedangkan pembiayaan daerah, Penerimaan Pembiayaan Rp 165.500.000.000 sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 10.300.000.000.