Dewan Baru Diminta Tak Lakukan Korupsi dan Kongkalikong Dengan Eksekutif
Peristiwa

Dewan Baru Diminta Tak Lakukan Korupsi dan Kongkalikong Dengan Eksekutif

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Koordinator Migrant Care Kebumen Syaiful Anas mengatakan, sejumlah persoalan di Kebumen masih menjadi pekerjaan rumah bagi anggota DPRD yang baru. Sebagai lembaga pengawasan, anggaran dan legislasi, DPRD diminta benar-benar merealisasikan janjinya saat kampanye.

"Anggota DPRD tidak alergi pada masyarakat dan mau menerima aspirasi masyarakat," katanya dalam diskusi jaringan yang diselenggarakan Migrant Care Kebumen, Senin (12/8/2019) di Mexolie Hotel..

Anas menambahkan, anggota DPRD memberikan kontribusi nyata yang berpihak pada kepentingan masyarakat melalui penyusunan aturan-aturan, pengawasan dan pengalokasian anggaran. Terlebih dalam korupsi, diharapkan lembaga DPRD tidak mengulanginya. Dimana fungsi pengawasan harus dijalankan dengan benar. 

"Jangan ada kongkalikong dengan eksekutif," imbuhnya.

Dalam diskusi itu juga menyoroti jumlah parlemen perempuan yang justru mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Kendati demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak mengendurkan kepedulian legislator pada persoalan kaum hawa.

Pada DPRD 2014-2019, setidaknya terdapat 13 anggota parlemen perempuan dari beberapa fraksi. Periode sebelumnya 2009-2014, legislator perempuan pernah menyentuh angka 14 anggota. Namun kini, jumlah parlemen perempuan terpilih hanya terdapat 11 anggota saja.

Sejumlah masukan kepada anggota DPRD disampaikan seperti tingginya HIV/Aids dan kemiskinan di Kebumen. Rendahnya kesejahteraan masyarakat dan lapangan pekerjaan di Kebumen, perhatian sekotor pariwisata yang belum maksimal, dan perlunya upaya nyata perlindungan pekerja maupun fasilitasi kepada para seniman.

Sementara itu, diskusi diikuti sejumlah ormas baik perempuan, lingkungan, pecinta seni dan film, organisasi pekerja migran, LSM hingga mahasiswa di Kabupaten Kebumen.