Terlilit Hutang, Mantan Kades Karangrejo Nekat Gadaikan Motor Cicilan
Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang, Mantan Kades Karangrejo Nekat Gadaikan Motor Cicilan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Mantan Kepala Desa Karangrejo Kecamatan Petanahan kini terpaksa harus meringkuk di jeruji besi Polres Kebumen. Pelaku SU (55) ditangkap polisi lantaran menggadaikan sepeda motor cicilan Yamaha Byson yang diambil dari PT Muncul Bursa Motor Kebumen.

Kasus yang menimpa mantan kades ini berawal kala ia mengajukan kredit motor 21 Maret 2019. Kendati demikian, baru empat kali angsuran dia menggadaikan sepeda motor kepada orang lain sebagai jaminan hutang. Namun gadai tersebut tidak seizin pihak PT Muncul dan yang bersangkutan tidak melunasi tunggakan cicilan.

SU sendiri dilaporkan pihak korban pada 22 Juli 2019. Berdasarkan laporan tersebut, kepolisian melalui Unit Tipiter Satreskrim Polres Kebumen menetapkan tersangka dan menangkap pada Selasa, 30 Juli 2019 di depan bank di Kecamatan Petanahan.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasat Reskrim AKP Edy Istanto menjelaskan, penggadaian yang dilakukan tersangka dengan maksud menggantikan jaminan kendaraan lain pada pemberi hutang. Tersangka mendapatkan uang Rp 5 juta yang dimaksudkan untuk menutup hutang.

"Pada saat melakukan perbuatan, tersangka masih merupakan kepala desa tetapi sekarang sudah menjadi mantan," katanya didampingi Kassubag Humas AKP Suparno dan Kanit Tipiter Ipda Ghulam Yanuar Lutfi, Jumat 9/8/2019).

Adapun perbuatan dilakukan tersangka sendiri. BPKB sepeda motor maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah diamankan petugas sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 36 Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia juncto Pasal 372 tentang penggelapan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara. 

Tersangka sendiri nekat melakukan perbuatan tersebut lantaran terbelit hutang ke beberapa pihak. Terlebih, usahanya dalam bidang tambak udang mengalami kegagalan. Padahal, usaha tersebut dilakukannya dengan berhutang dan mengerahkan segala uang yang dimiliki.

"Akibat usaha tambak udang gagal karena tsunami," kata tersangka SU yang warga RT 3 RW 4 Desa Karangrejo itu.