Lama Pisah Ranjang, Oknum Guru Ngaji Cabuli Bocah 5 Tahun Tetangganya
Hukum & Kriminal

Lama Pisah Ranjang, Oknum Guru Ngaji Cabuli Bocah 5 Tahun Tetangganya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sungguh bejat moral MSA, seorang guru ngaji di Kecamatan Rowokele, karena tega mencabuli bocah di bawah umur yang merupakan tetangganya sendiri. Tak hanya sekali, kakek berusia 65 tahun ini melakukan aksi cabulnya sampai lima kali, hingga korban, Melati (5), mengalami trauma.

Awal pengungkapan kasus ini sendjri berkat laporan dari ibu korban ke Mapolsek Rowokele pada Minggu (28/07/2019). Ibu korban tidak terima anaknya diperlakukan oleh tersangka dengan tidak semestinya. Atas laporan dan dari hasil penyelidikan, jajaran Unit Reskrim Polsek Rowokele kemudian mengamankan tersangka pada Minggu (28/07) malam pukul 20.00 WIB. Polisi juga mengamankan sejumlah bukti diantaranya berupa pakaian yang dikenakan oleh korban saat kejadian.

Kapolsek Rowokele, AKP Tamzil Mardiyono didampingi Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Edu istanto, mengatakan, peristiwa yang menimpa Melati itu terjadi pada hari Jumat (26/07/2019) lalu sekitar pukul 11.00 WIB. Saaat itu korban sedang bermain bersama kedua adiknya di belakang rumah tersangka. Korban dipanggil oleh tersangka dan diiming-imingi dengan jajan kue lapis, sehingga korban mau masuk ke rumah tersangka.

"Pada saat korban ada di rumah tersangka, si tersangka ini menyuruh korban untuk masuk ke kamarnya. Setelah korban masuk kamar, tersangka lantas meminjamkan handphone miliknya kepada korban agar korban bermain game," kata AKP Tamzil Mardiyono, Kamis (08/08/2019).

Setelah itu, lanjut AKP Tamzil, tersangka kemudian menggendong korban ke atas tempat tidur di kamar tersebut. Tak berselang lama, tersangka kemudian melakukan pencabulan. Akibat perbuatan tersangka, korban mengalami sakit di sekitar organ kemaluannya dan mengalami trauma. Peristiwa yang dialami oleh korban itu terbongkar pada Sabtu (27/07/2019) pukul 22.00 WIB saat korban buang air kecil. 

"Saat korban tengah buang air kecil korban menangis karena merasa kesakitan di sekitar kemaluannya. Mendengar anaknya menangis selanjutnya ibu korban menghampirinya dan menanyakan kepada korban terkait penyebab kesakitan yang dirasakannya. Saat ditanya oleh ibunya, korban selanjutnya menceritakan kepada ibunya bahwa kemaluannya sakit karena perlakuan bejat tersangka," jelasnya.

Ditambahkan Kapolsek, kepada penyidik tersangka mengaku nekat melakukan aksi bejatnya karena tidak dilayani dengan baik oleh istrinya. Tersangka mengaku telah lama pisah ranjang dengan istrinya. Tersangka juga mengaku khilaf saat melakukan aksi tersebut.

"Tersangka mengaku telah melakukan hal serupa sebanyak lima kali kepada korban," katanya.

Atas perbuatanya, tersangka yang dikenal baik oleh tetangganya itu kino diancam dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 ttg Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Dengan kejadian ini, Kasubbag Humas Polres Kebumen Kompol Suparno mengimbau kepada para orang tua yang mempunyai anak dibawah umur agar selalu mengawasi anaknya saat bermain. Para orang tua juga diimbau agar selalu memperhatikan perubahan perilaku pada anaknya untuk mengetahui perkembangan pertumbuhannya, baik secara fisik maupun non fisik.