Belum Ada Kesepahaman, TNI Lanjutkan Pemagaran Lahan di Urut Sewu
Peristiwa

Belum Ada Kesepahaman, TNI Lanjutkan Pemagaran Lahan di Urut Sewu

Ambal,(kebumen.sorot.co)--Proses pemagaran lapangan uji coba Alutsista milik TNI di Urut Sewu telah dimulai. Pengerjaan pagar sepanjang 4,9 kilometer diawali dari Desa Entak Kecamatan Ambal oleh PT Sempalan Jati selaku pemenang tender. Pemagaran tersebut dijadwalkan akan berlangsung 149 hari.

Penanggung Jawab Pemagaran dari PT Sempalan Jati, Agus Nursalim mengatakan, alat berat eksavator telah didatangkan yang digunakan untuk menggali tanah sebagai landasan cor. Pemagaran kali ini berbeda dari sebelumnya yang menggunakan kawat duri.

"Kini penyelesaian pagar tersebut menggunakan beton," katanya disela-sela pemagaran," katanya, Senin (22/7).

Dalam pelaksanaan pemagaran itu mendapat pengamanan dari TNI. Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang menegaskan, telah menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemagaran. 

"Keberadaan personel TNI dalam pelaksanaan pemagaran itu dalam rangka mengamankan aset negara," tuturnya.

Dandim menegaskan, pemagaran bukan bermaksud membatasi akses masyarakat. Adanya pemagaran itu diharapkan ada batas tanah yang jelas antara aset negara dengan tanah masyarakat.

"Pemagaran itu bukan menutup akses. Karena masyarakat boleh ke situ selagi tidak digunakan untuk pengujian senjata," ucapnya.

Pemagaran sepanjang 4,9 kilometer dimulai dari Desa Entak serta Desa Brecong dan Desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren. Sebelumnya, masyarakat Setrojenar sempat menggelar aksi doa bersama menolak pemagaran di desan kantor Litbang TNI di desa setempat.

Kedua belah pihak (TNI dan warga) sempat melakukan pertemuan di rumah dinas Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz. Dalam pertemuan yang dihelat beberapa jam itu tidak menghasilkan kesepahaman. Pihak TNI diwakili Dandim berdalih, pemagaran tidak dapat dihentikan lantaran anggaran dari APBN telah tersedia pun termasuk pemenang lelang.

TNI AD akan melakukan pemagaran tanah di Urut Sewu di sepanjang 22,5 km mulai Kecamatan Buluspesantren hingga Mirit. Meski menuai penolakan dari warga, secara bertahap proyek Mabes TNI AD tersebut terus berlanjut. Pemagaran tersebut merupakan tahap ketiga setelah tahun 2013 dilaksanakan sepanjang 8 kilometer dan tahun 2015 sepanjang 8 kilometer.

Saat proses pemagaran kala itu, warga Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit yang menolak pembangunan menggelar demontrasi yang berakhir ricuh. Sebanyak 15 petani termasuk Kepala Desa Wiromartan Widodo Sunu Nugroho yang memimpin aksi terluka.