Menggali Kesiapan Masyarakat untuk Menyambut Geopark Global
Sosial

Menggali Kesiapan Masyarakat untuk Menyambut Geopark Global

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kabupaten Kebumen tengah bersiap menyongsong Geopark Karangsambung-Karangbolong menuju Geopark Global Unesco. Guna mencapainya, peran dan kesiapan masyarakat sangat diperlukan katena edukasi masyarakat menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan kawasan Geopark.

Kesiapan masyarakat sangat penting dalam menghadapi pengembangan geowisata. Pasalnya setelah menjadi geopark internasional, wisatawan yang datang tentunya tidak sedikit yang berasal dari mancanegara. Hal ini dapat menimbulkan benturan adat istiadat antara khasanah lokal dan budaya asing.

"Membahas wisata tidak lepas dari 3S yakni Sun (matahari), Sand (pasir) atau pantai dan Seks. Sun dan sand mungkin tidak menjadi soal. Namun yang Seks bisa jadi masyarakat belum siap," tutur Camat Sempor Sugito Edi Prayitno saat rapat dengar pendapat di DPRD, Jumat (5/4).

Menurut Sugito, tujuan dari wisatawan melakukan wisata yakni untuk hiburan. Akan tetapi untuk sebagian wisatawan, seks menjadi salah satu bagian dari hiburan terlebih untuk wisatawan mancanegara. Dengan kondisi sebagai Geopark Global, tentu segala konsekuensi dari perilaku wisatawan yang berkunjung harus diterima. 

"Wisatawan datang bukan hanya membawa uang tetapi membawa kelakuan. Nah sudah siapkah Masyarakat Kebumen dengan kelakuan para wisatawan? Dimana terkadang hal ini bertentangan dengan budaya lokal," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Kebumen Aksin menjelaskan, rapat dengar pendapat dengan Camat dan kades ini diharapkan menggali keresahan di masyarakat terkait Geopark. Pasalnya, dengan segala potensi alam dan budaya yang dimiliki Kebumen harus siap mengembangkan Geopark Karangsambung-Karangbolong menjadi Geopark Global Unesco.

"Pengembangan ini tentu perlu konsep, kolaborasi komponen (pemerintah, masyarakat dan swasta), dan pendanaan. Pengembangan Geopark kalau hanya mengandalkan APBD dan DD tentu sangat tidak cukup, untuk itu perlu pemikiran bersama mewujudkan Geopark Global," katanya.

Rapat dengar pendapat dilaksanakan oleh Komisi A DPRD Kebumen dengan mengundang 12 camat dan 117 kepala desa yang masuk dalam kawasan Geopak Karangsambung-Karangbolong. Rapat mengundang tim ahli Geolark dari Universitas Padjajaran (Unpad) Kasno Pamungkas. Selain itu, hadir Kepala BP3D Kebumen Pudjirahaju dan Djoenaidi Fatchurrahman.