Saksi Parpol Ogah-ogahan Ikuti Bimtek Bawaslu
Politik

Saksi Parpol Ogah-ogahan Ikuti Bimtek Bawaslu

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Bimbingan teknis (Bimtek) kepada saksi partai politik oleh Bawaslu Kabupaten Kebumen sepi kehadiran peserta. Para saksi yang telah didaftarkan partai politik ke Bawaslu sebelumnya, terkesan ogah-ogahan berangkat bimtek yang dilakukan serentak di 26 Kecamatan. Dari total saksi terdaftar sebanyak 4.813 orang, hanya hadir sejumlah 562 orang.

Seperti halnya Bimtek yang dilakukan Panwascam Sempor dengan jumlah undangan 273 peserta namun hanya 60 yang hadir.

Kondisi lebih parah terjadi di Kecamatan Karanganyar dimana dari jumlah undangan 133 peserta, namun yang hadir mengikuti bimtek hanya 4 orang. Kendati minim kehadiran peserta, namun Bimtek tersebut tetap dilaksanakan.

Ketua Panwaslu Kecamatan Karanganyar, Eko Rasinto mengungkapkan, sesuai dengan instruksi Bawaslu Kebumen dirinya tetap melaksanakan pelatihan meskipun kondisi peserta minim. Dirinya mengaku tetap memberikan pelayanan terbaik untuk peserta pelatihan. Ia pun sedikit menyayangkan minimnya kehadiran karena terkesan anggaran dikeluarkan sia-sia.

"Kedepan saya berharap bahwa pelatihan saksi bisa dilakukan melalui partai politik dengan anggaran Negara. Narasumber dapat mengundang dari jajaran Bawaslu dan Panwascam," ungkapnya, Jumat (05/4/2019).

Anggota Bawaslu Kebumen, Divisi Hukum, Data dan Informasi, Nasihudin menjelaskan tidak mengetahui secara persis penyebab minimnya peserta hadir dalam Bimtek itu. Padahal, instansinya telah berkirim surat kepada seluruh partai politik yang mendaftarkan saksinya ke Bawaslu. Disisi lain, instansinya juga menyiapkan tempat, konsumsi dan buku saku untuk para saksi parpol tersebut. 

"Kami tidak mengetahui alasan ketidakhadiran para saksi, hingga kini tidak ada pernyataan ke Bawaslu," ujarnya.

Nasihudin menegaskan, minimnya kehadiran ini tidak menghambat Bawaslu Kebumen untuk tetap menyelenggarakan pelatihan saksi peserta pemilu 2019 dari partai politik. Terkait sejumlah buku saku yang belum terdistribusi, instansinya akan mengirimkan ke partai politik maupun tim pemenangan sesuai peruntukannya.