Terdakwa Kredit Fiktif BKK Sempor Divonis 1 Tahun Penjara, Satu Tersangka Masih Buron
Hukum & Kriminal

Terdakwa Kredit Fiktif BKK Sempor Divonis 1 Tahun Penjara, Satu Tersangka Masih Buron

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Tiga terdakwa kasus kredit fiktif di Bank Perkreditan Rakyat-Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Cabang Sempor divonis 1 tahun penjara. Ketiga terpidana masing-masing Joko Suharto, Yuniar Hardian Krisnandi, dan Barimin juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sedangkan satu tersangka lain, DS hingga kini masih buron.

JPU menuntut ketiga terdakwa 1 tahun enam bulan penjara dan denda masing-masing Rp 50 juta subsidair 6 bulan kurungan. Adapun pasal yang dikenakan yaitu Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi jo Pasal 193 ayat 1 dan 2 dan pasal lain UU nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.

Kajari Kebumen Erry Pudyanto Marwantono melalui Kasi Pidana Khusus Pramono Budi Santoso mengatakan, kedua terpidana yaitu Joko Suharto dan Yuniar Hardian Krisnandi telah membayar uang denda usai vonis. Sedangkan terpidana lain, Barimin telah berkomitmen kepada jaksa akan membayar denda dalam waktu dekat.

"Kami apresiasi terpidana yang koperatif. Kami juga mengharapkan tersangka (DS) untuk segera menyerahkan diri," ungkapnya, Kamis (14/3/2019).

Menurut Pramono, dirinya sudah meminta bantuan jajaran Kejaksaan dan kepolisian untuk mencari keberadaan tersangka DS. Berdasarkan fakta persidangan, tersangka DS yang menikmati uang hasil kredit fiktif dalam kasus tersebut. Sedangkan ketiga terpidana hanya berperan dalam proses pencarian kredit fiktif tersebut. 

"Harapannya yang bersangkutan dapat menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Diketahui, Kejari Kebumen menemukan dugaan pengajuan kredit fiktif yang terjadi di BPR BKK Cabang Sempor tahun 2017 dan 2018. Hal itu terendus berdasarkan laporan dari masyarakat dan diketahui lantaran angsuran bermasalah. Atas kejadian tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 373 juta.

Kejaksaan Negeri Kebumen menetapkan empat tersangka masing-masing berinisial Joko Suharto, Yuniar Hardian Krisnandi, Barimin, dan berinisial DS yang merupakan unsur Pimpinan Cabang, Analisis, Pemasaran dan Seksi Kredit. Tersangka DS sendiri masih mangkir dari panggilan jaksa dan sudah ditetapkan sebagai DPO.