Divonis 11 Tahun Bui, Pembunuh Istri Menangis di Depan Hakim
Hukum & Kriminal

Divonis 11 Tahun Bui, Pembunuh Istri Menangis di Depan Hakim

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Daryono 38), warga Dukuh Tugusari, Desa Bonorowo, Kecamatan Bonorowo, menangis di ruang sidang Pengadilan Negeri Kebumen. Terdakwa kasus kekerasan hingga menewaskan istrinya, Eni Herawati (27), divonis bersalah majelis hakim dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Tangis Daryono pecah usai pembacaan vonis oleh Ketua Majelis Hakim Fery Haryanta, dalam sidang putusan yang digelar di PN Kebumen, Selasa (26/2/2019). Daryono bingung mendengar vonis dan berkeinginan untuk konsultasi dengan keluarga yang juga datang di persidangan. Selain itu, tangisannya juga berkaitan penyesalan atas apa yang diperbuatnya kepada Eni Herawati.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah secara sah melakukan tindak kekerasan fisik hingga menyebabkan matinya korban dan menjatuhi hukuman pidana 11 tahun penjara dengan dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan," ungkap Fery membacakan amar putusan.

Vonis ini terhitung lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Margono yang menuntut terdakwa dengan 13 tahun penjara, pada sidang 15 Februari. Atas vonis itu, terdakwa maupun JPU menyatakan menerima. Vonis terhadap Daryono lantaran ia terbukti melakukan pidana sesuai Pasal Pasal 44 ayat 3 UU nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). 

"Putusan ini sudah kami pertimbangkan dari fakta persidangan dan hati nurani," imbuh Fery menenangkan Daryono.

Adapun pertimbangan majelis hakim, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa yaitu mengakibatkan korban meninggal dunia dan dilakukan secara membabi buta. Sementara itu, hal yang meringankan terdakwa yaitu sopan selama dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan masih terhitung muda sehingga diharapkan keluar dapat menjadi orang baik.

Terpisah, Penasihat Hukum Daryono dari Lembaga Penyuluhan Konsultasi dan Bantuan Hukum Islam (LPKBHI) UIN Walisongo Lilik Pujiharto mengungkapkan, penyidikan hingga persidangan telah memberikan pembelajaran bagi terdakwa. Perbuatan terdakwa pun, diakuinya didasari luapan akumulasi emosi terhadap korban. Dimana, di malam kejadian istrinya sempat menolak ajakan berhubungan intim dan bersikap kurang sopan.

"Putusan hakim cukup bijaksana karena perbuatan terdakwa memang menghilangkan nyawa seseorang," ucapnya.

Untuk diketahui, Daryono tega menghabisi nyawa sang istri Eni Herawati (27) dengan sebilah celurit pada Kamis 15 Nopember 2018 pagi di rumahnya. Usai melakukan perbuatannya, ia juga nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum racun. Ia tega menganiaya istrinya sendiri hingga tewas lantaran sakit hati yang menumpuk akibat ulah sang istri menuntut lebih kepada suami yang hanya seorang petani.