Istri Pergi, Kakek Bejat Cabuli Bocah 9 Tahun di Rumahnya
Hukum & Kriminal

Istri Pergi, Kakek Bejat Cabuli Bocah 9 Tahun di Rumahnya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sungguh bejat perlakuan kakek cabul berinisial TQ (55), warga Kelurahan Bumirejo Kecamatan Kebumen. Dirinya nekat mencabuli bocah kelas III SD, sebut saja Bunga (9) yang sepantasnya menjadi cucunya. Ironisnya, perbuatan biadab tersangka dilakukan di rumahnya sendiri saat sang istri tengah pergi dari rumah.

Pengungkapan perkara tersebut berdasarkan laporan orang tua korban ke kepolisian. Berbekal laporan tersebut, penyidik Sat Reskrim Polres Kebumen melakukan pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan, perbuatan bejat tersebut mengarah kepada tersangka TQ yang juga tetangga korban.

Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede melalui Kasat Reskrim AKP Edi Istanto menjelaskan, hasil penyelidikan perbuatan tersangka dilancarkan kepada korban dua kali yaitu pada medio Desember 2018 dan Sabtu 9 Februari 2019 kemarin. Tersangka ditangkap Sat Reskrim Polres Kebumen di rumahnya pada 13 Februari 2019 sekira pukul 11.30 WIB.

"Kami juga mengamakan barang bukti baju dan pakaian dalam korban," ungkapnya didampingi Kassubag Humas AKP Suparno di Polres Kebumen, Selasa (26/2/2019).

Dijelaskannya, perbuatan tersangka dilancarkan saat korban tengah bermain di rumahnya bersama cucunya. Modus yang digunakan tersangka yakni dengan meminta korban untuk duduk di pangkuannya sembari meraba alat kelamin korban dari luar baju dan kemudian korban diturunkan. Selanjutnya tersangka menurunkan celana korban dan membuka resleting celana kemudian memasukkan penis ke dubur korban. 

"Tersangka juga meremas-remas payudara korban hingga klimaks dan mengeluarkan sperma di selangkangan korban," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 76 E junto Pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Pada kesempatan itu, AKP Edi mengimbau masyarakat khususnya para orang tua untuk selalu mengawasi dan mendampingi anaknya dalam bermain.

"Dengan pengawasan diharapkan kejadian serupa tidak lagi terulang lagi," tandasnya.