Air Keruh Tercemar Banjir, Ratusan Sumur di Sidobunder Tak Dapat Dimanfaatkan
Peristiwa

Air Keruh Tercemar Banjir, Ratusan Sumur di Sidobunder Tak Dapat Dimanfaatkan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Kebumen termasuk Kecamatan Puring telah surut. Kendati demikian, permasalahan yang dialami warga tidak serta merta hilang. Seperti halnya warga Desa Sidobunder yang tidak dapat memanfaatkan sumur di rumahnya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti minum dan masak, terpaksa membeli atau memanfaatkan air PAM. Warga enggan menggunakan air sumur karena kondisinya keruh akibat tercemar air hujan. Kondisi ini tak luput dari perhatian Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) Kabupaten Kebumen untuk membantu warga.

HAKLI melakukan bakti sosial kaporitisasi di 230 sumur milik warga Desa Sidobunder, Rabu (30/1/2019). Selain itu, HAKLI yang menerjunkan hampir 103 anggotanya membagikan paket sembako dan payung kepada warga secara cuma-cuma. Kegiatan tersebut pun disambut antusias pemerintah desa dan warga setempat.

Ketua HAKLI Hardiyanto mengatakan, penanganan banjir tidak sebatas menunggu air surut. Penanganan pasca surut banjir tidak kalah penting karena berkaitan dengan kesehatan masyarakat salah satunya sanitasi. Akibat banjir, sumur warga tentu tercemar air limpasan banjir yang masuk ke sumur.

"Air sumur yang tercemar dapat membawa bibit penyakit yang membahayakan warga," ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Dijelaskan Hardiyanto yang juga seorang dokter itu, sejumlah penyakit yang dapat menyerang warga pasca banjir antara lain penyakit kulit, ispa dan leptospirosis. Pemberian kaporit pada sumur warga merupakan upaya disinfektan untuk meminimalisir pencemaran penyakit. 

"Kaporitisasi hanya penanganan jangka pendek, perlu pembenahan sanitasi warga untuk penanganan jangka panjang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidobunder Kecamatan Puring Sarno menjelaskan, jumlah sumur yang terdampak banjir di Sidobunder mencapai 500 sumur. Umumnya, kondisi yang dialami sumur warga yaitu keruh. Warga tidak berani memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari karena riskan terhadap pencemaran penyakit.

"Harapannya dapat mencegah penyakit dan menjadikan warga sehat," katanya.