Jalur Satu Arah Diprotes, Dishub Tunggu Surat Permintaan Warga Tanjungharjo
Peristiwa

Jalur Satu Arah Diprotes, Dishub Tunggu Surat Permintaan Warga Tanjungharjo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Adanya tuntutan puluhan warga Pedukuhan Turus, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan untuk kembali membuka jalur alternatif Turus-Sawah Gede mendapatkan respon dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulon Progo. Kendati demikian, Dishub Kulon Progo sejauh ini belum mendapatkan surat permintaan terkait pembatalan satu jalur di kawasan setempat.

Saya sudah sempat membaca dari media adanya tuntutan warga itu, tapi kalau yang pas, surat itu ditujukan kepada forum, karena setiap kebijakan itu muncul dari hasil pertemuan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dari hasil tersebut kita sebagai instansi teknis melaksanakan di lapangan, sehingga semua rambu maupun rekayasa arus bukan kita saja yang membuat keputusan,” papar Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Hermawan Udi Santosa, Selasa (19/09/2017).

Selain itu ditambahkan juga, keberadaan rambu lalu lintas di jalur tersebut sudah terpasang sejak sebelum tahun 2013 silam saat masih dijabat oleh pejabat yang terdahulu. 

Kalau rambu yang dari arah selatan ke utara, itu sudah ada sebelum saya menjabat. Saya itu tahun 2013, dan rambu itu sudah ada. Tapi kalau yang dari arah utara ke selatan itu memang dipasang baru pada Maret 2017 kemaren. Dan yang menjadi salah satu dasar kajiannya, lebar badan jalan belum memenuhi syarat. Setelah jembatan itu kan badan jalan menyempit, sehingga cukup rawan kalau papasan roda empat, apalagi di sebuah tanjakan,” tandasnya.

Meski demikian, guna merespon adanya tuntutan warga untuk membuka jalur menjadi dua arah, Dishub Kulon Progo menunggu adanya surat permintaan dari warga setempat yang kemudian akan dijadikan materi pembahasan dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ya prinsipnya kita menunggu surat warga, setelah forum membuat keputusan baru kemudian kita tindak lanjuti di lapangan,” ujarnya.

Sementara dari hasil pengamatan di lapangan, meski sudah terdapat rambu larangan melintas untuk kendaraan roda empat, namun masih didapati pula sejumlah kendaraan yang diduga sengaja melanggar rambu-rambu larangan tersebut.