Pengaktifan DPRD Tersandung Hukum Ditolak Gubernur, Gerindra Kirim Surat Kedua
Politik

Pengaktifan DPRD Tersandung Hukum Ditolak Gubernur, Gerindra Kirim Surat Kedua

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Surat pengaktifan kembali anggota DPRD Kulon Progo yang pernah tersandung masalah hukum, yakni Suprapto, ditolak Gubernur DIY. Kini DPP Partai Gerindra melalui Mahkamah Kehormatan Partai kembali bersurat ke Gubernur DIY agar bisa mengaktifkan kembali Suprapto sebagai anggota DPRD Kulon Progo lantaran yang bersangkutan tidak pernah mendekam di penjara.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Kulon Progo, Adi Sutrisno saat ditemui Senin (18/9/2017). Mahkamah Kehormatan Partai bersurat kepada Gubernur DIY dengan nomor 08-055/MK-Gerindra/017 yang berisi tentang tanggapan atas Surat Gubernur DIY bernomor 170/10483 tanggal 21 Juni 2017. Dalam sutat itu Gerindra meminta gubernur mempertimbangkan kembali adanya surat permohonan pengaktifan kembali Suprapto menjadi anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo.

Kalau surat yang pertama itu kita sampaikan ke pimpinan dewan, kemudian dari dewan ke Bupati dan dari Bupati ke Gubernur dan sudah ada tanggapan dengan surat yang tanggal 21 Juni itu, untuk yang sekarang langsung dari Mahkamah Kehormatan Partai kirim surat ke Gubernur DIY, pada pertengahan Agustus kemaren,” papar Adi Sutrisno.

Dengan adanya hal tersebut, jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kulon Progo berada dalam kondisi menunggu tanggapan dari Gubernur DIY atas surat dari Mahkamah Kehormatan Partai. 

Kalau sekarang kapasitas kita hanya menunggu jawaban dari Gubernur, apapun tanggapannya kita tidak bisa berandai-andai. Kalau nanti sudah ada surat tanggapan baru kita bisa menentukan sikap berikutnya,” tandas Adi.

Seperti diketahui, Suprapto merupakan salah satu anggota DPRD Kulon Progo yang pernah kesandung masalah hukum tentang pemalsuan dokumen yang kemudian menjalani proses hukum sampai dengan adanya putusan Mahkamah Agung RI yang menyatakan bahwa yang bersangkutan dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman percobaan selama 6 bulan.