Republik Petruk, Lakon Teater Terlama  di Kulon Progo
Komunitas

Republik Petruk, Lakon Teater Terlama di Kulon Progo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pluralisme memang sudah melekat dalam jati diri bangsa Indonesia. Melalui semboyannya Bhineka Tunggal Ika, Indonesia menjadi bangsa yang kaya akan berbagai keragaman.

Namun, seiring berkembangnya zaman, jati diri Indonesia itu berangsur menghilang, diabaikan dan digantikan dengan penyeragaman. Bangsa Indonesia tak lagi bebas berekpresi dan harus patuh dengan aturan yang telah ditentukan.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Bengkel Seni Teater Alugara kembali mementaskan lakon teater berjudul Republik Petruk, Sabtu (16/09/2017) di GOR Wates. Lakon ini seakan menggambarkan keadaan Indonesia saat ini yang mulai mengabaikan keberagaman.

Teater karya N. Riantiarno dan disutradarai oleh Abimanyu Prasastia Perdana ini menjadikan Petruk sebagai tokoh utama. Dalam lakon, Petruk yang berhasil menjadi raja di Lojitengara setelah memanfaatkan keuatan Jimat Kalimasada. Namun berhasilnya Petruk menjadi pemimpin di kerajaan tersebut justru membawa dampak buruk.

Reformasi politik pun terjadi di Lojitengara. Dibalik kemakmuran Lojitengara dengan Petruk sebagai raja, ternyata korupsi pun ikut berjaya. Berbagai penyelewengan pun dianggap sebagai hal yang biasa dengan kedok demokrasi. 

Kami memang mencoba menyampaikan isu terkini yang sedang terjadi. Bangsa ini dibangun dengan keberagaman bukan dengan keseragaman,” ucap sutradara teater, Abimanyu Prasastia Perdana, Sabtu (16/09/2017).

Dalam pementasan teater ini, selain ingin menyampaikan pesan moral tentang pluralisme, Abimanyu juga menyebut bahwa teater ini digelar untuk kembali mengenalkan budaya Jawa pada generasi muda. Lakon teater yang diadopsi dari kisah pewayangan Petruk Dadi Ratu ini diharapkan bisa mengena pada generasi muda. 

Orang Jawa harus kenal wayang. Kalau orang Jawa tidak kenal wayang berarti Jawanya sudah tercerabut,” sambung Abimanyu.

Sementara itu, pimpinan produksi pementasan teater Republik Petruk, Ita Lufiana mengungkapkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak dua bulan lalu mulai dari pemilihan pemain hingga lakon tersebut dipentaskan. Lakon teater dengan durasi 4 jam itupun sukses menyedot perhatian pasang mata.

Perpaduan antara latar pewayangan, dialog jenaka dengan bumbu berbagai isu ditambah dengan tata lampu, tata musik serta panggung yang pas membuat teater ini asik disimak hingga akhir. Setidaknya terdapat 50 orang yang ikut mensukseskam teater ini terdiri dari pemain, pemusik serta penari.

Ini merupakan pementasan teater dengan durasi lama yang pertama di Kulon Progo. Biasanya oementasan teater di Kulon Progo hanya berdurasi sekitar 1 sampai 2 jam. Untuk penonton sekitar 600 orang melebihi target kami yang nencapai 500 penonton, kata dia.