Eksploitasi Tambang Meluas, Warga Pasang Spanduk Penolakan
Peristiwa

Eksploitasi Tambang Meluas, Warga Pasang Spanduk Penolakan

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Eksploitasi tambang pasir di Desa Banaran, Kecamatan Galur makin meluas hampir di sepanjang bantaran Sungai Progo. Sejumlah warga setempat mulai memasang spanduk penolakan di sejumlah titik, Jumat (15/9/2017) agar lahan di bantaran sungai yang selama ini dijadikan lahan pertanian tidak terkena penambangan.

Dikatakan oleh Sumardiyo, warga Pedukuhan Bleberan, Desa Banaran, sejumlah warga di wilayah tersebut hingga kini masih terus mengawasi aktivitas penambangan pasir yang mulai merambah di bantaran sungai Progo. Bentuk protes yang dilakukan warga setempat, selain menghadang aktivitas alat berat juga memasang spanduk penolakan di beberapa titik lahan agar tidak terkena penambangan.

Ada 6 spanduk yang kita pasang, ada yang kemaren sore dan hari ini. Dan lahan yang selama ini kita olah untuk lahan pertanian juga ditunggui, agar alat berat tidak makin merajalela,” ujar Sumardiyo, Jumat siang.

Di sejumlah titik di bantaran Sungai Progo yang sudah terlanjur diaduk-aduk oleh alat berat, kini meninggalkan bekas galian dengan kubangan yang digenangi air dan cukup dalam sehingga dikawatirkan membahayakan warga setempat. 

Beberapa titik yang menjadi bekas galian tambang itu kan membahayakan. Kita khawatir saat ada anak-anak yang tidak tahu dan bermain dilokasi itu. Apalagi nanti saat musim penghujan saat terjadi banjir, bantaran sungai yang menjadi penghalang luapan air agar tidak masuk ke pemukiman warga. Bisa saja saat musim penghujan nanti arus Sungai Progo semakin mendekat ke pemukiman dan saat ada banjir, luapan airnya bisa memasuki kawasan perumahan warga,” pungkas Sumardiyo.