Keterwakilan Perempuan di DPRD Jateng Masih Minim, Ni'matul Azizah: Butuh Kesadaran dan Keberanian
Politik

Keterwakilan Perempuan di DPRD Jateng Masih Minim, Ni'matul Azizah: Butuh Kesadaran dan Keberanian

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Keterwakilan perempuan di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah hingga saat ini masih terbilang sangat minim. Hal itu terbukti dari data anggota DPRD Jateng yang menunjukkan keterwakilan perempuan baru sekitar 20 persen.

Jumlah seluruh anggota perempuan di DPRD Jateng Fraksi PDIP sejumlah 11 orang, PKB 5 orang, Gerindra 1 orang, Golkar 2 orang, PKS 1 orang, PPP 3 orang, PAN 1 orang dan Demokrat 1 orang.

Hal itu memantik kesadaran Ni'matul Azizah, salah satu Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil 10 meliputi Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Kebumen.

Menurutnya, kebijakan afirmasi terhadap perempuan untuk menjadi anggota legislatif dijamin oleh undang-undang Pemilu. Jaminan ini harus dijaga demi kelangsungan masa depan keterwakilan perempuan di Pemilu.

"Ya, kenyataannya, sampai saat ini afirmasi keterwakilan 30 persen ini masih sulit untuk diterapkan," terang mantan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Tengah.

Lebih lanjut, Azizah yang juga merupakan Tenaga Ahli (TA) Fraksi PKB Jawa Tengah sejak tahun 2014 silam itu menyebut, untuk mencapai 30 persen keterwakilan perempuan di DPRD Jateng bukanlah hal yang tidak mungkin. Butuh upaya yang serius, terutama dalam membangun kesadaran bersama. 

"Tidak hanya kesadaran saja, butuh keberanian dan ketahanan untuk mewujudkan itu. Sudah saatnya kaum perempuan di Jawa Tengah ini untuk turut serta dalam mempengaruhi kebijakan politik yang ada," tegasnya.

Kesadaran tersebut, kata Azizah, telah dirasa sejak lama oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal itu terbukti dalam kontestasi Pemilu 2024 ini dirinya mendapatkan urutan nomor satu.

"Anggapan bahwa perempuan selalu di taruh dibelakang itu jelas tidak adil. PKB tidak demikian. Makanya dalam pencalonan ini, saya dapat nomor satu," tandasnya.

Azizah menambahkan, banyak sekali isu tentang perempuan yang perlu dikawal dan diperjuangkan melalui kursi legislatif. Ia pun mencontohkan, isu tentang pernikahan dini, perceraian, KDRT, kesetaraan dalam dunia kerja dan lain sebagainya.

Azizah juga menyatakan, dirinya siap untuk mendorong organisasi-organisasi perempuan di Jawa Tengah dalam memberdayakan sekaligus memperjuangkan hak-hak perempuan.

"Ayo, kita harus berani bersuara. Mengenai isu perempuan, banyak sekali yang harus kita perjuangakan bersama agar perempuan semakin berdaya," pungkasnya.