Tawuran Antar Pelajar Berakhir Restorative Justice
Hukum & Kriminal

Tawuran Antar Pelajar Berakhir Restorative Justice

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kasus dugaan pengeroyokan terhadap AP (16), pelajar salah satu SMK di Kebumen yang mengalami luka bacok pada paha bagian bawah yang terjadi di Desa Entak, Kecamatan Ambal pada Senin, (16/01/2023) lalu diselesaikan secara restorative justice (RJ) oleh Polres Kebumen, Jumat (27/01/2023).

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu Catur Nugraha mengungkapkan, para pelaku dan korban telah dikumpulkan di Polres Kebumen dan selanjutnya dilakukan pembinaan dan pemahaman dampak dari tawuran pad Kamis (26/01/2023).

Pada kesempatan  tersebut, sambung Catur, Polres Kebumen juga melibatkan Kemenag Kebumen, serta mengundang para orangtua, wali murid hingga kepala sekolah yang saling terlibat tawuran untuk mengikuti acara restorative justice di lapangan tenis indoor Polres Kebumen.

Restorative justice penyelesaian hukum paling tepat dilakukan mengingat para pelaku masih berstatus pelajar dan mayoritas masih di bawah umur. Setelah ini masih ada wajib lapor bagi pelajar yang kemarin mengikuti pengeroyokan ataupun tawuran. Kami berpesan kepada kepala sekolah untuk memberikan sanksi berat di sekolah jika di kemudian hari ditemukan kasus yang sama,” jelas Catur. 

Para pelajar yang terlibat tawuran atau pengeroyokan, kata Catur, total ada sebanyak 10 pelajar dari 5 sekolah berbeda mulai dari setingkat SMP hingga SMK maupun SMA di Kebumen.  

Sementara itu, orang tua korban AP, Latiah (35) sempat syok ketika pertama kali mendengar berita jika anaknya kritis dengan luka bacok di bagian paha bawah dalam insiden yang terjadi di Desa Entak, Kecamatan Ambal pada Senin (16/01/2023) beberapa waktu lalu. Ia sempat tidak percaya jika anaknya menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tawuran antar pelajar di Kebumen. 

Pertama kali mendapatkan informasi mau pingsan. Apalagi ada informasi darah nggak mau berhenti. Saya syok sekali,” jelasnya.

Menurutnya, penyelesaian perkara tindak pidana melalui restorative justice sangatlah tepat dilakukan karena bisa dijadikan pelajaran bersama.

Insyaallah saya ikhlas, yang penting anak sudah sembuh. Jangan sampai ada lagi tawuran semacam ini,” katanya.

Sebelumnya telah terjadi tawuran antar pelajar di Kebumen yang disebabkan karena saling ejek di media sosial serta ajakan untuk tawuran. Usai ribut-ribut di media sosial, kejadian dilanjutkan ketemuan untuk menanggapi ajakan tawuran tersebut.

Pada hari yang disepakati untuk ajang tawuran, korban tertinggal dari rombongannya lalu dikeroyok dan terkena sabetan senjata tajam pada bagian paha bawah hingga mengalami luka cukup parah. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kebumen karena luka bacok yang cukup dalam.