Dipergoki Ngamar, 12 Pasang Muda-mudi Terjaring Razia Satpol PP
Hukum & Kriminal

Dipergoki Ngamar, 12 Pasang Muda-mudi Terjaring Razia Satpol PP

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Satpol PP Kebumen menggelandang 12 pasangan muda-mudi yang tengah asyik memadu kasih di kamar sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Kecamatan Kebumen dan Ayah. Keduabelas pasangan tersebut digelandang ke Mako Satpol PP Kebumen, Jumat (17/06/2022).

Kasatpol PP Kebumen melalui Kepala Bidang Penegakkan Perda dan Perkada Danang Dwi Hartanto menuturkan, belasan pasangan yang mayoritas berumur belasan tahun dan duduk di bangku sekolah dan kuliah itu terjaring razia Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelarnya baru-baru ini. 

Operasi Pekat ini dilakukan berdasarkan aduan masyarakat, yang risih dengan adanya pasangan tidak resmi yang masih remaja ngamar didalam hotel. Perbuatan remaja ini cukup mengganggu dan melanggar Perda Nomor 4 tahun 2020 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, terang 

Danang mengatakan, usai mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya segera melaksanakan kegiatan razia tempat penginapan yang berada di wilayah Kecamatan Ayah yang terindikasi sebagai tempat mesum atau tindak asusila. 

Kita bawa 12 pasang remaja tidak resmi ini ke Mako Satpol PP Kebumen untuk dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan. Identitas mereka yang berupa KTP juga kita sita,” katanya. 

Keduabelas pangan tersebut, sambungnya, juga diwajibkan untuk disiplin membuat laporan dan menulis pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang melanggar tindak asusila. Pihaknya juga menegaskan, kepada manajemen hotel atau penginapan agar lebih selektif dalam menerima tamu. Seperti halnya para remaja, mereka tidak seharusnya menginap di hotel bersama pasangan tidak resmi. 

Akan sangat disayangkan tentunya, diumur mereka yang masih muda, terjebak di dunia pergaulan bebas yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Identitas mereka disita oleh PPNS pada Satpol PP guna mempermudah proses pemeriksaan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada orang tua, agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak mereka dan memberikan perhatian lebih, agar para remaja tidak terjebak dalam tindakan asusila yang meresahkan masyarakat. 

Kepada pihak manajemen hotel atau penginapan diberikan pembinaan, dan imbauan terkait perizinan dan imbauan lebih selektif dalam menerima tamu yang menginap,apabila didapati tamu yang tidak seharusnya, atau mencurigakan agar segera melaporkan kepada petugas,” pungkasnya.