Bripka Lanjar Pamuji, Polisi Lalu Lintas Ahli Patah Tulang yang Namanya Sedang Kondang
Peristiwa

Bripka Lanjar Pamuji, Polisi Lalu Lintas Ahli Patah Tulang yang Namanya Sedang Kondang

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Dikenal karena kemampuannya dalam hal pengobatan tulang dan mampu menyembuhkan penderita dislokasi persendian serta pengobatan syaraf kejepit, nama Bripka Lanjar Pamuji, anggota Satlantas Polres Kebumen kini ramai diperbincangan di media sosial.

Hampir setiap harinya, usai menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi, suami dari Riana Faridatun itu melanjutkan rutinitas tugasnya dirumah sebagai ahli pijat patah tulang. Di rumahnya yang bertempat di Dukuh Watubarut, RT 02/03, Desa Gemeksekti, Kecamatan Kebumen, sejumlah pasien tampak mengantri untuk mendapatkan penanganan langsung dari Bripka Lanjar.

Tak sedikit pasien patah tulang dari berbagai macam usia dan kelas sosial yang tadinya hendak di operasi di rumah sakit, kini lebih memilih untuk berobat dikediaman polisi lalulintas tersebut.

Lanjar menceritakan, semula dirinya tidak mengetahui jika memiliki kemampuan memijat. Hal tersebut baru disadarinya 10 tahun yang lalu, berawal saat dirinya memijat pasien bapaknya.

"Almarhum bapak saya profesinya tukang pijet mas, awalnya saya coba memijat pasien bapak. Sampai sekarang saya yang neruske (meneruskan) secara otodidak, alhamdulillah ini hidayah dari Allah," ujar Lanjar saat ditemui usai memijat, Kamis (16/06/2022).

Untuk teknik memijat, Lanjar mengaku punya teknik tersendiri. Tak sekedar memijat dengan menekan atau meremas bagian tubuh yang sakit. Bagi pasien yang menderita patah tulang, bersiaplah sedikit merasakan sakit. Untuk mengembalikan tulang yang patah, lengan akan dipijat, ditarik dan diluruskan.  

"Mirip pijat pada umumnya, hanya saja saya sedikit lebih banyak seperti medis, mengegip patahan menggunakan papan dibalut kapas dan perban," terangnya.

Metode pemijatan yang dilakukan, sambung Lanjar, disesuaikan dengan apa yang diderita pasien, seperti patah tulang, tulang geser atau kesleo, stroke, dan syaraf kejepit. Sementara untuk minyak urut yang digunakannya adalah racikan turun temurun yang diolah sendiri. Digunakan untuk membantu melemaskan, dan menyembuhkan jaringan otot yang rusak.

Salah satu pasien, Narwanto (58) salah asal Banyumas mengaku datang karena ada masalah di bagian pinggang. Dirinya baru dua kali datang, setelah temannya mengalami patah tulang akibat kecelakaan dan telah pulih setelah dipijat Bripka Lanjar.

"Alhamdulillah, dua kali berobat disini sudah terasa ringan jalannya setelah dipijat. Padahal sebelumnya saya sangat susah kalau jalan," ujar Narwanto.

Senada dengan Narwanto, pasangan suami istri Kharis Setiawan dan Zulfa Ngasyirotul Baroroh warga Desa Kelapasawit, Kecamatan Buluspesantren mengaku bahagia dan bersyukur setelah ditangani oleh Bripka Lanjar, Muhammad Nafi Al Kharis putra pertamanya yang baru berusia dua tahun mengalami kesulitan dalam berjalan kini telah sembuh dan bisa berjalan kembali.

"Awalnya jatuh mas, kena tulang ekornya di bagian belakang. Dokter bilang ada penyumbatan peredaran darah pada otot sehingga kaki kaku, akibatnya 3 bulan tidak bisa jalan. Alhamdulillah, dipegang 5 kali sama Pak Lanjar, bisa jalan, lari dan anaknya aktif kembali," ujar Zulfa orang tua pasien.

Biaya pengobatan disini, katanya, sangat terjangkau karena hanya disesuaikan dengan pengeluaran obat pasien. Sementara untuk pasien balita tidak dipatok biaya.

Pasien yang datang berobat tidak hanya datang dari Kebumen, banyak para pasien datang dari sejumlah daerah seperti Wonosobo, Banjarnegara, Brebes, Banyumas, Purworejo, dan Yogyakarta.

Ayah dari Gesit Setia Djati dan Genang Sandiharjo Putra Djati berharap, kedepan ia akan lebih maksimal lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan humanis baik saat dirinya sedang berdinas sebagai anggota polisi maupun sebagai tukang pijat.