<p>Dilema Petani Jambu Kristal, Panen Melimpah Harga Jual Anjlok </p>
Ekonomi

Dilema Petani Jambu Kristal, Panen Melimpah Harga Jual Anjlok

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jambu kristal menjadi salah satu komoditi pertanian di Kebumen. Para petani kini tengah menikmati hasil panennya. Kendati demikian, dilema dirasakan para petani akibat harga jual yang anjlok.

Jambu kristal merupakan jenis tanaman tropis yang berbuah tak kenal musim. Tak heran jika kini di wilayah pesisir laut selatan Kebumen banyak warga yang membudidayakan tanaman jambu dengan nama latin Psidium Guajava itu.

Petani jambu kristal, Darsio mengatakan sebelumnya harga jambu mencapai puncak Rp 12.000 beberapa bulan lalu. Menurutnya untuk harga yang setabil berkisar Rp 7 ribu hingga 8 ribu perkilogramnya.

"Saat ini terjun bebas menjadi Rp 2.500-4000 perkilogramnya," jelasnya.

Petani lain Zamzuri warga Desa Petangkuran Kecamatan Ambal. Petani muda ini menanam jambu di lahannya sendiri sebanyak kurang lebih 100 pohon. Dalam setiap panen, ia dapat memperoleh hasil hingga 2 ton jambu kristal. 

"Hasil panennya melimpah tapi harga jualnya anjlok," katanya.

Zamzuri sudah dua tahun lebih menekuni budidaya tanaman jambu kristal dilahanya sendiri. Untuk menyiasati rendahnya harga, Zamzuri sebagai seorang petani muda berinisiatif dengan menyiapkan wisata petik buah jambu kristal dikebunya.

"Pembeli bisa menikmati buah jambu yang masih segar dan dipetik sendiri dari pohonnya, ditambah dengan kesejukan suasana kebun jambu," imbuhnya.

Menurut beberapa petani jambu di wilayah pesisir selatan Kebumen, selama ini kendala yang dialami petani bukanlah soal perawatan. Melainkan pemasaran hasil panen yang belum maksimal. Karena sebagaian besar masih mengandalkan para tengkulak yang ada di masing-masing desa.