Warga Miskin Ekstrem di Kebumen Masih 14 Ribu Jiwa
Sosial

Warga Miskin Ekstrem di Kebumen Masih 14 Ribu Jiwa

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah pimpinan OPD dan kepala desa guna membahas penanganan kemiskinan ekstrim hingga nol persen di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Senin (27/09).

Rapat terbatas kali ini digelar sebagai tindaklanjut atas kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar ke Kebumen pada beberapa waktu baru-baru ini dengan menetapkan Kebumen sebagai kabupaten pertama yang masuk pilot project program pengentasan kemiskinan hingga nol persen.

Alhamdulillah saat kunjungan Menteri Desa kemarin Kebumen ditetapkan sebagai salah satu dari 5 kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam program pengentasan kemiskinan hingga nol persen. Karena itu, ini perlu dilakukan respons cepat, ujar Bupati Arif.

Bupati menyampaikan, kemiskinan ekstrim di Kebumen yang menyasar masyarakat tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Sempor, Sadang, Alian, Karangsambung, dan Karanggayam. Wilayah yang sudah dipetakan ini nantinya akan menjadi target utama dari program pengentasan kemiskinan. 

Di wilayah lain bukan berarti tidak ada kemiskinan. Tentu masih, nah nanti semua akan kita kumpulkan untuk dilakukan penanganan. Tapi sekarang bagaimana agar kemiskinan ekstrim ini bisa teratasi. Targetnya 2022 kita sudah zero dari kemiskinan akut, jelas Bupati.

Bupati menjelaskan yang dimasuk kemiskinan ekstrim ciri-cirinya atau katagorinya adalah mereka yang tidak memiliki penghasilan, lansia, hidup sebatang kara, tidak punya rumah, terkena penyakit, dan tidak punya jaminan kesehatan atau sosial.

Nah nanti itu akan kita asuh, misalnya kalau sebatang kara tidak punya rumah, ya kita buatkan rumah, bedah rumah, berikan jaminan kesehatan, makan setiap hari kita jamin. Kalau dia punya anak tapi benar-benar miskin, anaknya kita tanggung untuk dapat biasiswa sekolah, paparnya.

Bupati mengatakan, pemerintah terus bersinergi dalam program pengentasan kemiskinan ekstrim ini. Misalnya dalam hal pembenahan data jumlah orang miskin di Kebumen yang setiap waktu harus terus diupadate. Karena merekalah nantinya yang berhak menerima bantuan sosial.

Tujuannya tentu agar bantuan tidak lagi salah sasaran. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi acuan pemerintah saya sudah minta untuk diupgrade karena ada penerima yang orangnya sudah meninggal, atau pindah tempat, termasuk mereka yang kondisi ekonominya semakin baik, jelas Bupati.

Bupati Arif menyebut di Kabupaten Kebumen jumlah orang yang masuk dalam katagori miskin ekstrem ada sekitar 4 persen atau sekitar 14 ribu jiwa.

Dengan program ini harapannya, Kebumen tidak menjadi kabupaten termiksin di Jateng, tandasnya.