Musim Panen, Harga Gabah Petani Kebumen Anjlok
Ekonomi

Musim Panen, Harga Gabah Petani Kebumen Anjlok

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Petani di Kebumen tengah mengalami masa panen padi. Namun panen kali ini diwarnai dengan keprihatinan yang dirasakan para petani. Hal tersebut berkaitan harga jual gabah yang justru anjlok dibandingkan sebelumnya. 

Bahkan, harga gabah seolah terjun bebas karena hanya Rp 360 ribu per kuintal. Harga tersebut jauh di bawah harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 4.200 per kilogram seperti diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020.

Kondisi kian pelik karena para petani harus segera menjual gabah untuk persiapan musim tanam dan puasa Ramadan. Dengan rendahnya harga dan belum adanya kepastian kenaikan, membuat petani kebingungan. Padahal ongkos produksi bertambah karena harga pupuk pun naik dan terbatasnya pupuk bersubsidi. 

Umumnya kalau musim panen harga di atas Rp 400 ribu per kuintal, kata salah satu petani Kebumen Solichin, Sabtu (3/4/2021). 

Tidak diketahui secara pasti penyebab anjloknya harga gabah di Kebumen. Namun faktor panen serentak padi kuat dugaan menjadi penyebab anjloknya harga gabah. Apalagi, adanya isu impor beras oleh pemerintah ke luar negeri.  

Harapannya harga kembali normal, ini juga sedang persiapan musim tanam kembali, imbuhnya. 

Pada bagian lain, pertanian porang justru tengah mengalami peningkatan terutama untuk harga katak. Kini harga bubil atau katak porang tembus Rp 150 ribu perkilogramnya. Harga diprediksi akan terus naik, hingga pertengahan April bisa mencapai Rp 200 ribu per kilogram.

Salah satu petani porang Kebumen Akif Fatwal Amin mengatakan hingga kini harga bubil atau katak porang terus meningkat. Bahkan peningkatannya termasuk drastis. Beberapa bulan lalu, harga bubil hanya kisaran Rp 80 hingga 100 ribu perkilonnya. 

Tahun lalu harga di Bulan Maret dikisaran Rp 85 - 100 ribu perkilogram. Namun di Bulan Maret tahun ini katak Porang sudah dikisaran Rp 150 ribu perkilogramnya, ucapnya. 

Aktif menjelaskan, naiknya harga tersebut salah satunya disebabkan karena meningkatnya peminat pembudidaya Porang di Kebumen dan kabupaten sekitarnya. Tentunya hal tersebut menjadikan kebutuhan akan bibit Porang (salah satunya katak/bubil Porang) juga meningkat. 

Bibit Porang dari katak atau bubil lebih disukai oleh para petani porang karena memang potensi tumbuhnya mencapai 95 pesen. Bakan kalau kataknya itu benar-benar dorman potensi tumbuhnya bisa mencapai 100 persen, paparnya.