Istri Antar Anak Ngaji, Bapak Pilih Gantung Diri
Peristiwa

Istri Antar Anak Ngaji, Bapak Pilih Gantung Diri

Petanahan,(kebumen.sorot.co)--Salah satu warga Desa Jogomertan, Kecamatan Petanahan berinisial IGW (34) ditemukan tak bernyawa menggantung pada seutas tali di pintu kamar lantai dua rumah miliknya, Kamis (01/04) sore. Peristiwa itu pun sontak menggegerkan warga setempat. 

Ditemui sorot.co di sekitar lokasi kejadian, Tafsir, salah satu saksi mata yang dalam kesehariannya berjualan angkringan di dekat rumah IGW mengungkapkan, peristiwa gantung diri itu pertama kali diketahui oleh kakak IGW sekira pukul 17.30 WIB. 

Tadi saat saya sedang menjajakkan dagangan, tiba-tiba mendengar teriakan histeris dari dalam rumah. Teriakan minta tolong. Terus saya bersama beberapa warga mendekat, terang Tafsir.

Dirinya bersama warga yang mendekat itu pun segera masuk kedalam rumah IGW dan mendapati kakak perempuan IGW sudah tampak panik. Tanpa bicara panjang lebar kakak perempuan IGW itu pun segera mengajak warga naik ke lantai dua menunjukkan kondisi mengenaskan bapak dari satu anak tersebut. 

Sesampainya di lantai dua, IGW tampak sudah menggantung pada seutas tali tambang plastik di pintu kamar. Saat kita tengok ia sudah dalam kondisi tak bernyawa. Tubuhnya sudah agak membiru, katanya.

Mengetahui hal tersebut, kata Tafsir, salah satu warga segera memberitahukan peristiwa itu ke Pemdes setempat yang kemudian diteruskan ke Polsek Petanahan. Tak lama berselang, jajaran Polsek Petanahan dan Inafis Polres Kebumen serta petugas medis dari Puskesmas Petanahan datang ke lokasi kejadian. 

Saat ditemukan, posisi istrinya sedang ngantar anak pergi ngaji, TPQ. Belum tau jelasnya, apa motif IGW sehingga nekat gantung diri. Dalam kesehariannya yang saya kenal orangnya sih biasa-biasa saja. Cuma agak pendiam, ucapnya. 

Sementara itu, salah satu warga setempat, Ahmad menambahkan, dalam keseharianya IGW dikenal sebagai orang yang baik dan sering shalat jamaah di masjid, karena kebetulan rumah IGW hanya berjarak beberapa meter saja dari masjid. 

Orangnya sering salat jamaah di masjid. Terutama kalau Magrib dan Isya. Memang orangnya agak pendiam. Kalau faktor ekonomi kayaknya ndak ya, soalnya ia juga termasuk orang punya. Tapi ya ndak tau juga, imbuhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian maupun tim medis yang datang ke lokasi kejadian.