Sering Gasak Motor, Dua Residivis Ini Sampai Lupa Berapa Banyak Jumlahnya
Hukum & Kriminal

Sering Gasak Motor, Dua Residivis Ini Sampai Lupa Berapa Banyak Jumlahnya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Dua pria masing-masing berinisial BD (29) warga Desa Selanegara, Kecamatan Sumpyuh Banyumas dan SK (26) warga Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Banyumas diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Sempor. Keduanya diamankan lantaran diduga telah melakukan aksi pencurian sepeda motor disejumlah lokasi. 

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Sempor Iptu Sumaryono mengungkapkan, keduanya yang kini telah berstatus sebagai tersangka itu diduga telah melakukan pencurian sepeda motor di berbagai lokasi di Kecamatan Sempor diantara di sebuah rumah kos di Desa Sidoharum, Kecamatan Sempor.

Pencurian di rumah kos tersebut dilakukan pada hari Jumat (15/01) lalu sekira pukul 07.00 WIB. Adapun korban, yakni SD (24) warga Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen.

Jadi tersangka ini masuk ke halaman rumah kos dan mengambil sepeda motor dengan cara merusak lubang kunci sepeda motor. Dalam aksinya, tersangka menggunakan kunci Y,” jelas Iptu Sumaryono didampingi Kasubag Humas Polres Iptu Sugiyanto, Jumat (19/02/2021).

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Iptu Sumaryono, akhirnya Unit Reskrim Polsek Sempor berhasil mengamankan tersangka di wilayah Kecamatan Sruweng pada hari Jumat (05/02) lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan kepada kedua tersangka, diperoleh informasi bahwa mereka telah melakukan pencurian sepeda motor di sejumlah wilayah diwilayah Kebumen bahkan di berbagai kota di Jawa Tengah. 

Di wilayah Kebumen, pengakuan tersangka, keduanya telah melakukan aksi pencurian sepeda motor sebanyak 17 kali, di Kabupaten Purbalingga 13 kali, diwilayah Banjarnegara sebanyak 2 kali, dan diwilayah Banyumas sebanyak 4 kali.

Kami yakin masih banyak TKP lainnya selain yang barusan di sebutkan. Karena tersangka mengaku lupa, saking banyaknya melakukan pencurian sepeda motor, katanya.

Kepada polisi, kedua tersangka yang ternyata adalah seorang residivis mengaku bahwa hasil curiannya dijual dan uangnya digunakan untuk kepentingan sehari-hari. Modus pencurian para tersangka yakni berkeliling di pemukiman warga, dan mengincar sepeda motor yang diparkir di tempat sepi. Tersangka membekali diri dengan kunci magnet untuk membuka pengaman anti maling dan kunci leter Y untuk membuka paksa kunci sepeda motor.

Para tersangka cukup cerdik saat beraksi. Sehingga kami mengimbau agar warga masyarakat memasang kamera cctv sebagai pengaman ganda, imbaunya.  

Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman kurungan paling lama lima tahun penjara.