Rumah Korban Longsor Kalijering Akan Segera Direlokasi
Peristiwa

Rumah Korban Longsor Kalijering Akan Segera Direlokasi

Padureso,(kebumen.sorot.co)--Sebanyak 24 rumah milik korban terdampak longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso akan segera direlokasi. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto pasca korban longsor yang ketiga sekaligus yang terakhir, yakni Jemarun (48) ditemukan oleh tim SAR gabungan bersama anggota TNI dan Polri, Minggu (14/02). 

Atas nama Pemkab Kebumen saya ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang turut membantu dalam proses pencarian korban tanah longsor ini. Saya yakin ini karna dilandasi oleh panggilan hati. Kalau bukan karna itu tidak mungkin anda sekalian ada disini dan rela bersusah payah mencari korban,’’ ujar Wabup Arif didepan seluruh tim SAR gabungan saat apel penutupan operasi SAR pencarian korban tanah longsor.

Lebih lanjut, Arif yang juga merupakan Bupati Kebumen terpilih itu menuturkan berkaitan dengan relokasi sebanyak 24 rumah korban. Ia memastikan untuk proses relokasi akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Untuk anggaran relokasi sendiri akan di support oleh Kementrian Sosial (Kemensos) RI. 

Untuk kegiatan Basarnas hari ini ditutup, akan tetapi bagi BPBD dan Perkim LH merupakan kegiatan awal untuk proses relokasi. Alhamdulilah kemarin ibu Mensos sudah menyampaikan siap membantu proses pembangunan relokasi rumah. Untuk nominal anggaran tentu akan kita koordinasikan terlebih dahulu nanti,’’ imbuh Arif.

Adanya musibah ini, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang di sekitar lokasi untuk selalu waspada dan berhati hati, mengingat kondisi curah hujan saat ini masih cukup tinggi. 

Untuk warga masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi agar tetap menjaga kewaspadaan karna curah hujan saat ini masih tinggi,’’ imbaunya.

Seperti diketahui sebelumnya dua jenazah lain korban longsor pada Selasa kemarin ditemukan meninggal dunia. Tarsinah (60) ditemukan pertama kali pada Rabu pagi dan sore harinya jenazah kedua atas nama Doniatun berhasil ditemukan. Keduanya telah dimakamkan oleh masyarakat.

Selain itu longsor juga menimpa sedikitnya tujuh rumah warga dengan jumlah 6 kepala keluarga yang terdiri dari 14 jiwa. Berdasarkan data dari BPBD Kebumen, kerugian akibat tanah longsor ditaksir sekitar Rp 1,22 miliar. Tujuh rumah yang mengalami kerusakan yakni rumah milik Gumun Mujiono, Sri Rejeki, Tarsinah, Mitro Utomo, Jemarun, Tri Mulyadi dan Kirwanto. Korban selamat sementara mengungsi ke balai desa dan rumah warga yang tidak terdampak bencana. 

Bencana longsor ini pun menyita perhatian pemerintah pusat. Kepedulian ditunjukkan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang langsung meninjau lokasi longsor, Jumat (12/02) kemarin. Selain memberikan bantuan kepada korban terdampak, Mensos Risma juga menghibur anak-anak. Ia juga berjanji membantu proses relokasi bagi warga yang terdampak bencana.