Satu Korban Longsor Kembali Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa
Peristiwa

Satu Korban Longsor Kembali Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa

Padureso,(kebumen.sorot.co)--Satu korban longsor di Desa Kalijering, Kecamatan Padureso atas nama Doniatun (46) yang sebelumnya sempat hilang tertimbun material longsor kini telah ditemukan. Doniatun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tertimbun material longsor, Rabu (10/02/2021). 

Dengan ditemukannya jasad atas nama Doniatun, dari jumlah 3 korban hilang dalam peristiwa nahas tersebut saat ini tinggal satu yang belum ditemukan, yakni korban atas nama Jemirun (53). Satu korban lain, yakni korban atas nama Tarsinah (60) telah ditemukan lebih dulu. 

Jasad korban atas nama Tarsinah sendiri ditemukan sekira pukul 06.30 WIB. Sementara korban atas nama Doniatun ditemukan pada sekira pukul 13.30 WIB oleh tim SAR gabungan dibawah komando Basarnas bersama personel TNI dan Polri saat melakukan upaya pencarian.

Jasad Tarsinah dimakamkan sekira pukul 10.00 WIB dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Sementara jasad Doniatun dimakamkan pada sore harinya sekitar pukul 16.30 WIB dipimpin oleh Muspika Kecamatan Padureso. 

Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Sugiyanto mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh pihaknya, ketiga korban merupakan satu anggota keluarga. 

“Ketiga korban tersebut, termasuk satu korban lainnya yang belum ditemukan atas nama pak Jemirun, ketiganya adalah anggota keluarga. Mereka tinggal satu rumah," jelas Iptu Sugiyanto kepada sorot.co.

Sugiyanto menuturkan, sesaat sebelum kejadian hujan lebat terus menerus mengguyur kawasan setempat. Saat para tetangganya memilih untuk mengungsi, ketiga korban memilih untuk bertahan dan tetap tinggal didalam rumah yang letaknya berdekatan dengan tebing. 

Tarsinah dan Doniatun adalah anak dan ibu. Sedangkan Jemirun adalah suami dari Doniatun. Rumahnya tersapu tebing setinggi 100 meter yang longsor saat hujan lebat pada Selasa (09/02) malam, terangnya.

Sugiyanto menambahkan, pencarian terhadap satu orang korban atas nama Jemirun terkendala oleh buruknya cuaca dikawasan setempat sejak dini hari membuat upaya pencarian terpaksa harus dihentikan pada pukul 16.30 WIB. Pencarian korban akan dilanjutkan pada hari Kamis (11/2).  

Kita meminta bantuan personel Brimob Subden 4C Pelopor Kutoarjo, Purworejo untuk membantu pencarian korban bergabung bersama tim SAR gabungan dan rekan TNI di lokasi, katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto yang juga merupakan Bupati Kebumen terpilih menyatakan bahwa bantuan untuk warga sementara sudah diberikan. Bantuan yang dikirim berupa makanan, sembako, dan selimut. Arif meminta semua masyarakat di Kebumen agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga intensitas tinggi.

Tingkatkan kewaspadaan karena bencana bisa datang kapan saja, tegasnya.

Terlebih, kata Arif, wilayah-wilayah yang ada di daerah pegunungan, atau Kebumen bagian utara cukup rawan terjadi longsor. Selain meningkatkan kewaspadaan, warga juga diminta sebisa mungkin melakukan antisipasi sejak dini, agar ketika bencana datang tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan.

Untuk seluruh warga Kebumen kita mengimbau agar tetap waspada, hindari tempat-tempat yang rawan bencana. Karena musim penghujan di Kebumen masih cukup tinggi, sehingga langkah antisipasi dan pencegahan sedini mungkin perlu dilakukan, agar tidak ada korban jiwa lagi, tandasnya.