Ngamar di Hotel, Gadis Dibawah Umur Digauli Teman Barunya
Hukum & Kriminal

Ngamar di Hotel, Gadis Dibawah Umur Digauli Teman Barunya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen kembali menangani kasus persetubuhan gadis dibawah umur. Dari kasus tersebut polisi berhasil mengamankan pemuda asal Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit FA (20). FA diduga telah menyetubuhi gadis dibawah umur, sebut saja Kuncup (14) warga Kabupaten Purworejo.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, FA yang kini berstatus sebagai tersangka dalam kasus tersebut diamankan pada  Minggu (06/09/2020) lalu, sekira pukul 18.00 WIB. 

Tersangka kita amankan sehari setelah kejadian berdasarkan laporan dari keluarga korban. Tersangka kita amankan di Terminal Prembun, jelas AKBP Rudy, Rabu (16/09).

Lebih lanjut, Rudy menjelaskan, korban merupakan teman baru tersangka yang dikenalnya melalui temannya. Setelah perkenalan itu, korban dan tersangka menginap di sebuah hotel dan melakukan persetubuhan. 

Jadi antara korban dengan tersangka ini belum lama kenal. Begitu kenal tersangka dan korban menginap disebuah hotel, katanya. 

Rudy menambahkan, terbongkarnya kasus tersebut bermula dari kejanggalan dan kecurigaan orangtua korban. Orangtua korban mencari informasi keberadaan korban yang tidak lain adalah anak kandungnya. Sebelumnya korban berpamitan hendak bermain ke rumah temannya di daerah Kecamatan Prembun, saat orangtua korban mengecek di rumah temannya, posisi korban tidak ada di tempat. 

Dari kecurigaan itu, orangtua korban akhirnya menyidangkan anaknya dan mengaku habis dari hotel bersama teman lelakinya. Dalam pengakuan korban, ia sempat melakukan persetubuhan dengan tersangka. Orangtua korban lantas melaporkan tersangka kepada kami, tak menunggu lama kita segera mengamankan tersangka, imbuhnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1)  UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang Undang dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara.