Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Menjerit
Ekonomi

Harga Anjlok, Petani Cabai Rawit Menjerit

Klirong,(kebumen.sorot.co)--Petani cabai rawit merah diwilayah Kecamatan Klirong mengeluhkan murahnya harga jual cabai rawit merah. Pada beberapa waktu belakangan ini, harga jual cabai rawit merah terus mengalami penurunan, Rabu (16/09/2020).

Salah satu petani cabai rawit merah asal Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Nur Salim (29) menuturkan, harga jual cabai rawit dikalangan para petani dalam satu pekan terakhir berada dibawah Rp. 10.000, yakni berkisar antara Rp. 8000-9000. 

“Kalau diitung-itung antara biaya tanam, rawat hingga panen ya tidak masuk. Malah bisa dikatakan rugi. Paling tidak, rugi waktu dan tenaganya. Itu saja masih beruntung. Bagi para petani yang hasil panennya kurang bagus ya rugi semuanya, rugi sana-sini," ujar Nur Salim kepada sorot.co.

Lebih lanjut, Nur Salim mengungkapkan, anjloknya harga jual cabai rawit dipicu oleh sulitnya memasarkan cabai ke luar kota. Kondisi pasar sangat berbanding lurus dengan perkembangan pandemi Covid-19 baik di dalam maupun luar kota.

Para pedagang besar yang biasanya mendistribusikan barang ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya sekarang pada libur. Mereka sekarang sangat bergantung pada pasar lokal. Sementara pasar lokal sendiri juga barangnya dari mana-mana. Pada bantingan harga. Ini dampaknya sampai ke para petani seperti saya ini, jelasnya.

Belum selesai sampai disitu, kata Nur Salim, para tengkulak-tengkulak yang biasanya bergentayangan saat musim panen tiba, beberapa waktu belakangan ini juga tak tampak lagi dikalangan para petani. 

Watak tengkulak memang seperti itu. Kalau harga sedang seperti ini ya karang kelihatan. Otomatis mereka tidak mau menanggung resiko sekecil apapun itu. Ya, lagi-lagi petani yang harus menanggung berbagai macam resiko yang ada, keluhnya.

Menurutnya, salah satu solusi untuk mengatasi masalah anjloknya harga jual cabai rawit dikalangan para petani yakni dengan bertemu secara langsung dengan konsumen dan menghindari para tengkulak dan permainan dari pedagang-pedagang besar yang nakal yang tak mau rugi.

Cara lain adalah inovasi. Yakni dengan memproduksi cabai rawit menjadi siap saji, misal dengan dibuat sambal serbuk dan sejenisnya, pungkasnya.