Kasus Covid-19 Kebumen Bertambah, Pasien Berpergian dari Jakarta
Peristiwa

Kasus Covid-19 Kebumen Bertambah, Pasien Berpergian dari Jakarta

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kasus Covid-19 di Kebumen kembali mencatatkan penambahan. Penambahan satu pasien positif baru ini memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Dengan penambahan satu kasus baru, jumlah secara keseluruhan pasien positif Covid-19 sebanyak 301 orang. 

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen, penambahan kasus baru yaitu perempuan inisial SUD (69) warga Kecamatan Ambal. Dirinya kini menjalani perawatan medis di RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun.

Hingga saat ini pasien Covid-19 tercatat 301 terkonfirmasi positif, 11 meninggal dunia, 211 sembuh dan 79 masih menjalani isolasi, ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen Cokro Aminoto, Selasa (15/9/2020). 

Penambahan kasus baru mendapatkan sorotan dari Komite Kajian Kebijakan Daerah (K3D). Ketua K3D Hariyanto Fadeli menilai gugus tugas harus bertindak cepat bukan saja menangani pasien namun juga upaya preventif. Dengan payung hukum Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Kebumen nomor 68 tahun 2020 gugus tugas harus disikapi secara tegas dan lugas. 

Sudah saatnya dengan aparat penegak hukum untuk sweeping peningkatan disiplin masyarakat, katanya. 

Mengenai kinerja, Hariyanto menilai gugus telah bekerja secara optimal namun upaya lebih keras perlu dikerjakan. Kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan di tempat umum juga masih rendah. Baginya sosialisasi yang selama ini dilakukan perlu dioptimalkan dengan peran aparat. 

Bagi yang keluar rumah jika tanpa masker layak diterapkan sanksi sesuai kadar kesalahan masing-masing. Baik sanksi sosial maupun lainnya, imbuhnya.

Hariyanto mencontohkan fenomena Alun-alun Kebumen yang sering kali terjadi kerumunan orang seperti saat malam hari. Tidak hanya itu, mereka juga tidak menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker. Menurutnya hal semacam itu perlu ditindaklanjuti oleh gugus tugas untuk mencegah adanya klaster baru yang muncul. 

Jangan sampai Alun-alun jadi klaster baru. Tidak perlu panik namun penting untuk waspada dengan mematuhi protokol kesehatan, tandasnya.