Pemuda Pancasila Laporkan Dugaan Penganiayaan Terhadap Anggotanya
Hukum & Kriminal

Pemuda Pancasila Laporkan Dugaan Penganiayaan Terhadap Anggotanya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Salah satu anggota organisasi Pemuda Pancasila Kebumen diduga menjadi korban penganiayaan. Peristiwa nahas itu menimpa Deden (26) pada awal Agustus lalu. Terkait hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (BPPH MPC PP) Kebumen mengadukan ke pihak berwajib. 

Aduan dan laporan tersebut disampaikan kepada Polres Kebumen, Senin (10/8/2020). Turut mendampingi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kebumen Aris Hargiantara dan Ketua BPPH MPC PP HD Sriyanto.

Penasehat Hukum HD, Sriyanto mengatakan, kliennya menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial WD. Itu terjadi pada 2 Agustus malam pukul 22.16 WIB, di Kantor Sekretariat Administrasi MPC Pemuda Pancasila di Desa Gemeksekti, tepatnya di Dukuh Tanuraksan.

Deden mengalami luka dalam di kepala bagian belakang. Deden juga harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama dua hari, katanya.

Sriyanto menjelaskan, kronologi kejadian mulanya korban mendapatkan pesan WhatsApp dari terduga pelaku pukul 18.00 WIB. Kala itu, pelaku mengajak ketemu korban. Bukan itu saja, pelaku juga mengancam akan membunuh korban. 

Korban sedang mendapat tugas untuk mengerjakan administrasi organisasi, sehingga tidak bisa menemui pelaku. Kemudian sekitar pukul 22.16 WIB pelaku mendatangi korban di Kantor Sekretariat, terangnya.

Pemukulan dilakukan pelaku kepada korban menggunakan kepala tangan dan diduga menggunakan cincin. Korban pun tersungkur di lantai. Korban pun mendapatkan pertolongan dari ayahnya Hadi Waluyo dan sejumlah anggota ormas lain. 

Pelaku tidak ada iktikad baik termasuk meminta maaf kepada korban. Kami mengadukan dan melaporkan persoalan tersebut agar dapat diselesaikan secara hukum, tegasnya.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kebumen Aris Hargiantara menyayangkan adanya insiden tersebut. Pihaknya juga meminta kepada BPPH MPC Pemuda Pancasila untuk terus mengawal dan mendampingi kasus tersebut. Menurutnya, hingga kini korban juga masih merasa pusing dan semalam masih muntah-muntah. Kemungkinan kedepan akan menjalani CT scan. 

Korbannya adalah anggota kami, tepat kejadiannya juga di Sekretariat Administrasi Pemuda Pancasila. Kasus ini harus diusut tuntas, jelasnya.