Kinerja Bawaslu Kembali Disorot, Diminta Lebih Profesional
Politik

Kinerja Bawaslu Kembali Disorot, Diminta Lebih Profesional

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kebumen kembali tuai sorotan. Lembaga yang bertugas dalam mengawasi pemilihan umum ini dinilai kurang maksimal dalam kinerjanya. Itu tidak terlepas akibat dari salah satu anggotanya kurang maksimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Disisi lain, kinerja pengawasan dalam Pilkada 2020 tentu lebih ekstra. Pasalnya Pilkada Kebumen mengerucut untuk satu pasangan calon setelah 9 parpol pengoleksi kursi parlemen mendukung Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih. Bawaslu sebagai representasi rakyat dalam memastikan terselenggaranya pemilu sesuai asaz Luber Jurdil diminta lebih profesional. 

Mantan Ketua Repdem Kebumen, Panggih Prasetyo mengungkapkan, anggaran yang dialokasikan kepada penyelenggara pemilu baik kepada KPU maupun Bawaslu Kabupaten kebumen cukup besar. Namun apabila dengan gelontoran anggaran besar penyelenggara tidak profesional dalam bekerja maka akan merugikan masyarakat. 

Hal ini dapat berakibat menimbulkan kerugian negara, tegas pemuda asal Kecamatan Buluspesantren itu, Senin (10/8/2020). 

Mengenai Pilkada Kebumen, lanjut Panggih, pengawasan tahapan masyarakat hanya bergantung sepenuhnya kepada jajaran penyelengara agar penyelenggaran demokrasi berjalan dengan baik. Dengan demikian, adanya informasi komisioner yang kurang aktif harus mendapatkan perhatian serius oleh jajaran Bawaslu.  

Seharusnya Bawaslu Propinsi atau RI segera mengambil sikap baik kepada yang bersangkutan maupun terhadap komisioner yang lain secara kelembagaan, imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu Komisioner Bawaslu Kebumen menjadi sorotan karena dinilai kurang maksimal dalam bekerja. Disisi lain, diduga yang bersangkutan bertempat tinggal di luar Kabupaten Kebumen meskipun masih ber-KTP di Kebumen. Hal ini oleh sebagian orang dinilai menganggu jalannya lembaga dan membebani komisioner yang lain. Apalagi, dugaan tersebut sudah berlangsung sejak Pemilu 2019 kemarin.

Ketua Bawaslu Kebumen Arif Supriyanto sebelumnya menegaskan bahwa kelima komisioner masih berkerja dan tetap kolektif kolegial dalam tugas pengawasan. Terkait tudingan ketidakaktifan salah satu anggotanya, ia mengaku bahwa tidak benar. Namun yang bersangkutan memang sempat mengambil cuti melahirkan belum lama ini.