Disdik Evaluasi Pembelajaran Daring, Begini Alternatifnya
Pendidikan

Disdik Evaluasi Pembelajaran Daring, Begini Alternatifnya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sistem pembelajaran daring di Kabupaten Kebumen mulai dilakukan evaluasi. Sebelumnya sistem tersebut cukup dikeluhkan oleh para wali murid. Kendati belum sepenuhnya menggunakan sistem tatap muka, namun pembejaran daring kali ini dianggap sebagai solusi terbaik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di masa pendemi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen H Moh Amirudin mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran daring. Adapun untuk sistem pembelajaran daring yang baru sudah dilaksanakan mulai pekan ini. 

Sudah kami evaluasi, untuk daring yang baru dilaksanakan mulai Senin kemarin, katanya.

Amirudin menjelaskan, pembelajaran dari setelah evaluasi terjadi kombinasi antara daring dan pertemuan tetap muka. Pembelajaran tetap dilaksanakan dengan sistem daring, setelah itu guru akan menyambangi rumah siswa. Minimal dua kali dalam seminggu siswa dapat bertemu dengan guru.  

Guru memberi pelajaran secara virtual kepada siswa selama 30 menit. Setelah itu guru akan mendatangi rumah siswa, jelasnya.

Ketika menyambangi siswa, lanjut Amirudin, dilakukan dalam waktu yang telah ditentunkan. Bagi sekolah yang menerapkan pembelajaran pada pukul 07.00 WIB, guru akan menyambangi rumah siswa hingga pukul 10.00 WIB. Adapun sekolah yang menerapkan pembelajaran mulai pukul 07.30 WIB, maka waktu guru menyambangi rumah siswa hingga pukul 10.30 WIB. 

Nah waktu tersebut menjadi kesempatan bagi orang tua murid untuk menemui guru, manakala ada hal-hal yang perlu untuk dipertanyakan. Guru berada di  hingga waktu jam kantor selesai, ucapnya.

Seperti diketahui, selama masa Pandemi Corona ini pembelajaran di sekolah, menggunakan sistem daring. Guru terkadang memberikan tugas kepada siswanya melalui grup whatsapp. Selain itu guru juga memberikan contoh atau menerangkan materi pelajaran kepada siswa melalui video yang disampaikan melalui  grup whatsapp. Sedangkan siswa mengirim hasil tugas yang telah dikerjakan juga melalui grup yang sama.

Saat siswa mengerjakan tugas sekolah dari rumah, tentunya membutuhkan bimbingan orang tua. Persoalan muncul, manakala orang tua tidak mempunyai kemampuan atau kesempatan untuk mendampingi anaknya. Anak terkadang juga tidak serius manakala diajari oleh orang tuanya sendiri. Hanya dengan bimbingan orang tua, jika pembelajaran tidak dilaksanakan dengan baik, dikhawatirkan hasilnya juga kurang maksimal. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap masa depan peserta didik.