Edarkan Obat Mercon, Pemuda Sinungrejo Harus Berlebaran Dibalik Jeruji Besi
Hukum & Kriminal

Edarkan Obat Mercon, Pemuda Sinungrejo Harus Berlebaran Dibalik Jeruji Besi

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Mendekati hari raya Idul Fitri yang hanya tinggal menghitung hari, seorang pemuda warga Desa Sinungrejo, Kecamatan Ambal DY (23) dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen.

DY diamankan jajaran Sat Reskrim Polres lantaran diduga telah mengedarkan serbuk petasan atau yang sering disebut dengan obat mercon.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, DY yang kini telah menyandang status sebagai tersangka dalam kasus peredaran bahan peledak itu diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Kebumen pada hari Kamis 14 Mei 2020 lalu sekira pukul 23.00 WIB.

"Tersangka kita tangkap saat berada di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen," jelas AKBP Rudy, Rabu (20/05).

Selain mengamankan tersangka, lanjut AKBP Rudy, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah alat bukti sedikitnya 6 kilogram bubuk mercon dan 13 lembar sumbu mercon dari tangan tersangka. 

"Serbuk petasan ini dijual tersangka kepada para langganannya seharga Rp.160 ribu per kilogram," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 1 ayat 1 UU RI Nomor 12 Tahun 1951 tentang Undang-undang darurat. Tersangka harus menjalani hari raya Idul Fitri dibalik jeruji besi Rutan Mapolres Kebumen.

Menurutnya, mercon sangat berbahaya saat dimainkan oleh masyarakat. Baik oleh yang melakukan ataupun warga yang ada disekitarnya. Dirinya menilai, selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, menyimpan bahan peledak atau serbuk mercon juga termasuk perbuatan melanggar hukum.

"Dulu pernah kejadian yang membuat geger warga Desa Krakal, Kecamatan Alian pada bulan Juli 2017 silam. Diduga obat mercon atau serbuk mercon seberat 4 kilogram yang tengah disimpan didalam rumah tersebut meledak dan menghancurkan rumah milik salah satu warga bernama Eko," ucapnya.

Meskipun kejadian tersebut tidak memunculkan korban luka maupun korban jiwa, namun bangunan rumah tampak hancur, bahkan hampir rata dengan tanah.