Tinggalkan Jejak Cupang di Leher Korban, Bujang Tua Warga Mengkowo Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Tinggalkan Jejak Cupang di Leher Korban, Bujang Tua Warga Mengkowo Dibekuk Polisi

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Kasus pelecehan terhadap bocah laki-laki dibawah umur kembali terungkap di Kecamatan Kebumen dengan tersangka berinisial AG (34) alias Londo, warga Desa Mengkowo, Kecamatan Kebumen.

Londo yang kini telah berstatus sebagai tersangka itu dibekuk oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Kebumen atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap bocah laki-laki dibawah umur, sebut saja Tole (14) warga Kecamatan Kebumen.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengungkapkan, peristiwa itu terungkap setelah orang tua korban melaporkan kelakuan tersangka ke Polsek Kebumen. Pelecehan seksual yang menimpa korban dilakukan oleh tersangka pada bulan Maret 2020 lalu sekira pukul 23.00 WIB di rumah tersangka.

"Rumah tersangka memang sering digunakan anak-anak sekitar untuk bermain karambol. Saat kejadian, malam itu korban menginap di rumah tersangka,” jelas AKBP Rudy, Selasa (19/05).

Peristiwa bejat tersangka itu diketahui oleh orang tua korban beberapa saat setelah korban pulang dari rumah tersangka. Saat itu orang tua korban melihat ada yang mencurigakan dileher anaknya yakni warna merah bekas cupang. 

Merasa curiga, orang tua korban lantas menanyakan kepada korban dan dijawab oleh korban tentang apa yang diperbuat tersangka kepadanya. Setelah mendapatkan keterangan dari korban, orang tua korban pun lantas melaporkan tersangka ke Polsek Kebumen yang berujung pada penangkapan terhadap tersangka.

"Pada saat korban tertidur pulas, tersangka berbaring di dekat korban dan melancarkan aksinya. Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut. Kami menduga masih ada korban lainnya," katanya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku selama ini tertarik dengan laki-laki yang masih di bawah umur. Tersangka yang juga mengaku masih jomblo itu dalam kesehariannya memang memiliki banyak teman bermain yang rata-rata masih di bawah umur.

"Dengan mencuatnya kasus ini, kami berencana akan melibatkan psikiater untuk mengecek kondisi kejiwaan tersangka," imbuhnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang subsider pasal 292 KUH Pidana.