Tipu Korban Nyaris 1 Miliar, Dua Tersangka Dibekuk
Hukum & Kriminal

Tipu Korban Nyaris 1 Miliar, Dua Tersangka Dibekuk

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Komplotan penipu asal Kabupaten Kebumen berhasil dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kebumen. Dua pelaku penipuan masing-masing RH (41) warga Kuwarasan dan RY (40) warga Adimulyo ditangkap lantaran melakukan tipu daya korban hingga nyaris Rp 1 miliar. Satu tersangka lain yang merupakan rekan keduanya berinisial ASS masih buron.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan dalam pres release mengatakan, penipuan dialami Edi Purnomo salah satu pengusaha toko bangunan asal Desa Jatiroto, Kecamatan Buayan. Penipuan ini berlangsung bertahap dimulai Agustus tahun 2019 hingga Maret 2020 kemarin.

"Para tersangka mengaku meminjam uang untuk pencairan dari bank lantaran terblokir. Akan tetapi sudah ditunggu tidak kunjung dikembalikan," ungkapnya, Selasa (19/5/2020) di Mapolres Kebumen.

Kisah penipuan berawal kala tersangka RH melakukan kerjasama dengan korban terkait pembangunan jembatan dan talud. Kerjasama ini berlaku dimana tersangka mengambil material di tempat korban dan akan membayar jika pekerjaan selesai. Setelah berakhir, RH tidak kunjung melunasi pembayaran hutang material Rp 86,8 juta dan berdalih belum dibayar oleh tersangka lain RY selaku pemberi kerja. 

Korban pun sempat berupaya menagih uangnya kepada para tersangka. Bukan uang kembali namun korban justru tertipu untuk keduakalinya. Dimana tersangka RY meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk mencairkan uangnya lantaran diblokir oleh Bank Indonesia Kanwil Jawa Tengah. RY mendapatkan uang dari korban Rp 274 juta.

Setelah menunggu cukup lama, tersangka tidak juga kunjung melunasi hutang yang telah dijanjikan. Korban kemudian mendatangi rumah RY untuk menagih namun pada kesempatan itu terjadi penipuan kembali. Dimana pelaku lain berinisial ASS (kini buron), melakukan video call kepada korban dan mengaku menjamin atas hutang RH dan RY. Dirinya kembali meminjam uang kepada korban senilai Rp 565 juta dengan alasan mencairkan uang karena rekening terblokir.

"Para tersangka memberikan jaminan emas berupa logam emas seberat 1 kilogram dan cincin senilai Rp 900 juta," imbuhnya.

Kembali menanti, korban tidak mendapatkan imbalan iktikad baik dari ketiganya. Korban kemudian mengecek keaslian emas yang dijanjikan namun betapa kagetnya dirinya karena perhiasan sebagai jaminan adalah palsu. Merasa tertipu dengan nominal Rp 924 juta, korban lantas melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian.

AKBP Rudy menambahkan, kedua tersangka diamankan pada Kamis 7 Mei kemarin di wilayah Kecamatan Adimulyo. Setelah tertangkap, kedua tersangka mengakui perbuatannya kepada petugas dan menjelaskan bahwa penipuan dilakukan bersama pelaku lain ASS yang masih buron. Atas perbedaan, tersangka disangkakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.