ASN Kebumen Mulai Bekerja Dari Rumah
Pemerintahan

ASN Kebumen Mulai Bekerja Dari Rumah

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kabupaten Kebumen telah menyatakan tanggap darurat bencana non alam akibat pandemi virus corona (Covid-19). Itu setelah satu warga Kebumen positif Covid-19, jumlah ODP meningkat drastis menjadi 578 dan PDP mencapai 25 kasus. Menyikapi kondisi ini, Bupati Kebumen Yazid Mahfudz menetapkan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) untuk berkerja dari rumah (work from home).

Keputusan tersebut sesuai dengan surat edaran Bupati nomor 060/1160 tahun 2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam keputusan itu, untuk memastikan agar kinerja pemerintahan tetap berjalan maka sejumlah pejabat tetap masuk kerja.

Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, para Kabag, Kepala OPD, Kepala Unit Pelaksana Teknis wajib masuk kerja untuk setiap harinya. Sedangkan untuk pejabat administrator minimal 2 orang dan pejabat pengawas 1 orang tiap-tiap OPD. Pelaksana untuk seksi/subbid/subbag/TU minimal satu orang.

Kebijakan ini tidak berlaku untuk RSDS, RSUD Prembun, Puskesmas, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengobatan Penyakit Paru, Laboratorium Kesehatan Daerah, BPBD, Disperkim LH dan Satpol PP. Bupati juga berpesan agar para ASN yang work from home tetap mengaktifkan komunikasi, menjaga integritas, bijak bermedsos dan mensosialisasikan Covid-19 kepada masyarakat.

"Pelaksanaan ini mulai berlaku Kamis 26 Maret hingga 28 Maret 2020 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan," bunyi SE yang ditandatangani Bupati Yazid Kamis kemarin.

Terkait pengawasan dan pengendalian penerapan work from home, dalam pelaksanaannya ASN tetap melaksanakan presensi secara manual. Pengaturan dan pengawasan sistem kerja akan menjadi tanggung jawab masing-masing pimpinan OPD secara berjenjang. 

Mengenai pencegahan penyebaran Covid-19, sejumlah pelayanan OPD di lingkungan Pemkab Kebumen juga dihentikan sementara. Salah satunya Pelayanan Pengujian Kendaraan Bermotor di Dinas Perhubungan Kebumen ditutup hingga 9 April mendatang. Mal Pelayanan publik yang sebelumnya masih membuka kini mengurangi aktivitas pelayanan tatap muka dan mengarahkan untuk pelayanan online.