Ratusan Pekerja Migran Asal Kebumen Habis Kontrak
Sosial

Ratusan Pekerja Migran Asal Kebumen Habis Kontrak

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kabupaten Kebumen menjadi salah satu kantong pekerja migran di Jawa Tengah. Ribuan warga Kebumen masih berada di luar negeri di tengah merebaknya wabah virus corona atau Covid-19. Namun ratusan PMI Kebumen pada tahun 2020 ini telah habis masa kontrak yang tentu perlu kembali ke tanah air.

Informasi yang berhasil terhimpun tercatat sekitar 2.000 warga Kebumen menjadi PMI bekerja di sejumlah negara. Hingga 19 Maret 2020 kemarin, sebanyak 240 tercatat telah habis kontrak di negara seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, dan Nigeria.

Namun di tengah merebaknya wabah corona, para PMI terkendala akses pulang seperti halnya Malaysia yang menerapkan kebijakan lockdown.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Pelatihan dan Produktivitas, Sigit Basuki mengatakan hingga kini belum ada laporan yang masuk PMI yang pulang meskipun habis kontrak. Mengenai keimigrasian PMI, sudah dilakukan penanganan oleh Kementerian Luar Negeri di masing-masing negara penempatan.

"Yang masih di luar negeri ditangani pemerintah pusat (Kementerian Luar Negeri)," katanya, Jumat (20/3/2020).

Sigit menjelaskan pada pintu kedatangan seperti bandara sudah ditempatkan petugas dari Kementerian Kesehatan, Kemenaker, Polri dan TNI. Hasil pemantauan itu jika ada PMI terindikasi gejala akan dilaporkan ke provinsi yang diteruskan ke kabupaten masing-masing. Nantinya kabupaten/kota melakukan monitoring melalui petugas Puskesmas terdekat jika diperbolehkan pulang. 

"Sejauh ini belum ada laporan PMI pulang ke Kebumen. Kami juga sudah menyampaikan data ini ke Dinas Kesehatan Kebumen," imbuhnya.

Terkait layanan, Sigit mengaku pemohon kartu kuning menurun drastis dibandingkan sebelumnya. Dimana rata-rata biasa sekitar 80 pemohon kini paling banyak 20 pemohon perhari. Sedangkan mulai Rabu 18 Maret kemarin, pelayanan pembuatan id calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan rekomendasi paspor CPMI ke luar negeri sudah dihentikan.

"Kami menyarankan pencari kerja untuk memanfaatkan layanan online. Kami juga menyediakan tempat cuci tangan dan antiseptik di luar kantor untuk pengunjung dinas," tuturnya.

Terpisah, Koordinator Migrant Care Kebumen Syaiful Anas meminta Pemkab Kebumen dapat memastikan keselamatan para PMI yang berada di luar negeri. Terlebih adanya kebijakan lockwon seperti yang diterapkan Malaysia. Selain itu, antisipasi kepulangan PMI ke Kebumen harus terpantau dan mendapatkan fasilitasi demi keselamatan pahlawan devisa negara ini.