PDM Muhammadiyah Kebumen Gerakkan MDMC Tangani Corona
Sosial

PDM Muhammadiyah Kebumen Gerakkan MDMC Tangani Corona

Kebumen, (kebumen.sorot.co)--Langkah antisipasi penyebaran Covid-19 dilakukan oleh berbagai macam pihak, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen. Dalam hal itu, PDM Muhammadiyah Kebumen tengah memaksimalkan fungsi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sebagai lembaga penanggulangan bencana di pusat dan daerah.

"Khusus untuk tangani Corona kita bentuk MDMC Command Center Covid-19. Termasuk di Kebumen," ujar Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen, Mul An Anapati, Kamis (19/03).

Disebutkan, MDMC sendiri sebelumnya bergerak dalam penanggulangan bencana apapun, mulai dari longsor, gempa, hingga kekeringan dan banjir. Dalam penangananya, lembaga tersebut bermitra dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Terkait dibentuknya MDMC Command Center Covid-19, pihaknya telah merencanakan kegiatan strategis untuk jangka menengah dan panjang. Juga melakukan evaluasi berkala serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

Aksi dilapangan dimulai dari internal Muhammadiyah seperti lingkungan masjid, pondok pesantren, dan sekolah. Adapun kegiatannya meliputi sosialisasi bagaimana menyikapi Corona, penyemprotan disinfektan, dan paling penting memberi edukasi tentang pola hidup sehat.

Pihaknya juga bekerjasama dengan petugas kesehatan PKU Muhammadiyah. Di Kebumen terdapat 4 PKU yang sudah ditunjuk oleh PP Muhammadiyah sebagai rujukan jika ada Orang Dengan Pemantauan (ODP) atau pasien dengan pengawasan (PDP) yang terindikasi Corona.

"Selain bidang kesehatan dan pendidikan, Muhammadiyah juga memiliki panti. Riil itu dulu, lalu meluas ke umum. Termasuk fasilitas publik. Bahkan tempat ibadah non masjid kita siap," jelas Mul An.

Pihaknya menuturka, penanganan lebih lanjut berkaitan dengan ODP atau PDP pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait. Untuk MDMC wilayah saat ini sudah bergerak. Khusus Kebumen yang telah dibentuk MDMC Command Center Covid-19 akan dilakukan sosialisasi serta penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran Corona.

"Targetnya memotong rantai penularan virus tersebut," tandasnya.

Mengenai anjuran untuk membatasi kerumunan menyusul adanya wabah Corona, sejumlah agenda diakui ditunda seperti Muktamar, Muswil dan Musda. Bahkan Muspimda yang sedianya akan digelar di Karanganyar Kebumen pada 5 April 2020 juga diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Sementara terkait penyelenggaraan shalat Jumat atau Jumatan, kata Mul An, Muhammadiyah tidak melarang atau menganjurkan untuk melaksanakannya di saat terjadi wabah Corona.

"Kita melihat titik tertentu dulu. Kalau rawan, maka salatnya di rumah. Tapi untuk daerah yang aman tetap Jumatan. Kita imbau agar karpet senantiasa digulung, disemprot, jamaah disiapkan disinfektan, cuci tangan dengan sabun, serta masing-masing membawa sajadah," pungkasnya.