Kondisi Bocah Korban Penganiayaan Ibu Tiri Berangsur Membaik
Hukum & Kriminal

Kondisi Bocah Korban Penganiayaan Ibu Tiri Berangsur Membaik

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pemkab Kebumen melalui Dispermades PPPA Kebumen melakukan pendampingan bocah korban penganiayaan ibu tiri. Bukan saja mengupayakan pemberian perawatan intensif di rumah sakit, tetapi juga advokasi terhadap permasalahan yang cukup memprihatinkan.

Pihak dinas Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dispermades PPPA Kebumen Marlina Indriananingrum bersambang ke lokasi perawatan korban di RS Margono Soekarjo. Hasil peninjauan diketahui kondisi bocah perempuan berinisial N itu kondisinya kian membaik dibandingkan pada saat pertama menjalani perawatan.

"Alhamdulillah kondisinya sudah lebih membaik karena transfusi sudah dapat masuk," katanya, Jumat (6/3/2020) saat dikonfirmasi.

Marlina menjelaskan, kendati kondisinya sudah membaik namun korban belum sepenuhnya sembuh. Ketika diajak bicara korban juga bisa merespon dengan baik. Dirinya hanya respon isyarat tubuh dengan mengangguk. 

"Kalau nanti semakin membaik dapat dilakukan operasi," imbuhnya.

Marlina menambahkan, pihaknya terus mengupayakan pendampingan terhadap korban yang merupakan warga Desa Jatimalang Kecamatan Klirong. Dipilihnya RS Margono lantaran merupakan milik provinsi sehingga dimungkinkan mengupayakan pembebasan perawatan pada korban.

Seperti diketahui, bocah lima tahun asal Desa Jatimalang Kecamatan Klirong diketahui mengalami luka cukup parah. Bahkan korban terinformasi mengalami gegar otak lantaran mendapatkan penganiayaan dari ibu tirinya berinisial ST. Korban diketahui masuk RS dr Soedirman Kebumen Rabu (4/3) pagi dan sekira pukul 14.00 WIB dirujuk ke Purwokerto.

Kondisi korban saat tiba tidak sadarkan diri dan awalnya ibunya menyatakan sang bocah jatuh dari tangga. Pihak rumah sakit yang curiga menghubungi Dispermades yang kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Kepolisian tidak lama meminta keterangan ibu korban, ST, dan sudah dilakukan penahanan.

Informasi yang berhasil digali, korban tinggal di rumah bersama ibu tiri dan adik tirinya yang berusia 3 bulan. Ayah bocah malang tersebut diketahui tengah merantau dan bekerja di luar daerah. Adapun penganiayaan itu dilatarbelakangi faktor ekonomi dan kekesalan ibunya.

"Jangan gunakan kekerasan dalam mendidik anak, adanya perilaku anak sudah sewajarnya. Kondisi tersebut dapat mengancam bukan saja fisik tetapi juga psikis anak itu sendiri," tegasnya.